Pemkab Banjarnegara minta masyarakat bijak beraktivitas

id banjarnegara

Pemkab Banjarnegara minta  masyarakat bijak beraktivitas

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono (ANTARA/HO - Humas Pemkab Banjarnegara)

Banjarnegara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah meminta masyarakat di wilayah setempat untuk bijaksana dalam beraktivitas di luar rumah guna mencegah penyebaran COVID-19.
 

"Masyarakat Banjarnegara agar bijak dalam beraktivitas, sayangi diri dan keluarga dengan melakukan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah," kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono di Banjarnegara, Minggu.
 

Dengan peran aktif dari seluruh masyarakat Banjarnegara, kata dia, maka diharapkan dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 di wilayah tersebut.
 

Dia mengatakan pihaknya terus melakukan berbagai upaya dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19.
 

Hingga saat ini, kata dia, jumlah pasien yang telah terkonfirmasi positif di wilayah itu berjumlah 36 orang.
 

"Dari 36 orang yang terkonfirmasi positif tersebut 22 orang telah dinyatakan sembuh dan 14 orang lainnya masih dirawat," katanya.
 

Dia menambahkan berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara, masih ditemukan beberapa orang yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala.
 

"Hal ini menandakan masih ada kemungkinan penyebaran virus tersebut sehingga masyarakat diminta disiplin menerapkan protokol kesehatan," katanya.
 

Dia meminta masyarakat untuk tidak berkerumun dan tidak ke luar rumah bila tidak ada sesuatu yang sangat mendesak.
 

Selain itu dia juga meminta masyarakat untuk selalu menggunakan masker bila harus ke luar rumah guna melindungi diri dari kemungkinan paparan virus.
 

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara Ahmad mengatakan beberapa hari terakhir telah terjadi peningkatan kegiatan keramaian di tempat umum.
 

Untuk itu, kata dia, pihaknya telah menggencarkan kegiatan rapid test di berbagai lokasi keramaian.
 

Dia mengatakan bahwa salah satu sasaran utama pemeriksaan adalah para pedagang dan pengunjung pasar, terutama mereka yang tidak memakai masker di lingkungan pasar.
 

"Pemeriksaan biasanya dilakukan secara acak terhadap 50 hingga 60 orang yang terdiri dari pedagang dan juga para pengunjung pasar," katanya.

Baca juga: Banjarnegara intensifkan tes cepat COVID-19
Baca juga: Awasi pemudik, polisi sekat jalur perbatasan Purbalingga-Banjarnegara

Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar