Ketua IOC konsultasi dengan anggota terkait dampak pandemi

id Presiden Komite Olimpiade Internasional ,olimpiade,IOC,pandemi virus corona

Ketua IOC konsultasi dengan anggota terkait dampak pandemi

Dokumentasi - Foto ini diambil pada 11 Januari 2020. Komite Olimpiade Internasional (IOC) Presiden Thomas Bach menghadiri konferensi pers yang menutup sesi Olimpiade di Lausanne. - Bach. ANTARA/AFP/Fabrice Coffrini/pri.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach mengadakan serangkaian pembicaraan dengan anggota-anggota IOC, Rabu, terkait potensi yang bakal terjadi akibat pandemi virus corona, yang juga telah memundurkan Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun 2021.

Bach akan berbicara kepada 100 anggota IOC dalam tiga sesi berbeda yang dibagi berdasarkan bahasa dan zona waktu setempat.

"IOC hari ini mengadakan serangkaian konsultasi internal dengan anggota IOC untuk mendengar dari mereka sebagai persiapan Sidang IOC yang digelar dewan eksekutif IOC 10 Juni 2020," demikian pernyataan IOC Rabu malam (Kamis pagi WIB), seperti dikutip AFP.

Tujuan Bach adalah melihat pendapat para anggota tentang "bagaimana menangani konsekuensi dari pandemi virus corona," kata sebuah sumber kepada AFP.

Baca juga: Bahas kelanjutan Olimpiade, IOC akan gelar pertemuan jarak jauh

Presiden IOC itu ingin mendengar "pemikiran, gagasan, dan pengalaman semua anggota di seluruh dunia", tambahnya.

Sementara Bach sudah berbicara dengan semua pihak terkait Olimpiade pada 24 Maret ketika mengumumkan penundaan Olimpiade Tokyo, ini adalah pertama kalinya ia secara khusus berkonsultasi dengan anggota IOC sejak munculnya COVID-19.

Bach didukung oleh direktur eksekutif Olimpiade Christophe Dubi, direktur olahraga IOC Kit McConnell, direktur jenderal IOC Christophe De Kepper dan chief operating officer Lana Haddad.

Baca juga: IOC kucurkan Rp12 triliun atasi dampak penundaan Olimpiade Tokyo

Direktur medis dan ilmiah IOC, Richard Budgett, juga berpartisipasi untuk membahas "masalah vaksin", menurut sumber lainnya

Pekan lalu Bach memperingatkan bahwa 2021 adalah "opsi terakhir" untuk mengadakan Olimpiade Tokyo yang tertunda, menegaskan bahwa penundaan tidak bisa berlangsung selamanya.

Dia mendukung sikap Jepang bahwa Olimpiade harus dibatalkan jika pandemi virus corona tidak terkendali tahun depan.

Baca juga: IOC: Olimpiade Tokyo dibatalkan jika pandemi tak kunjung usai

Namun pria asal Jerman itu tidak mengatakan apakah suatu vaksin merupakan prasyarat untuk melanjutkan Olimpiade.

Maret lalu, Olimpiade Tokyo 2020 ditunda hingga 23 Juli 2021 karena virus corona yang telah menewaskan ratusan ribu orang di seluruh dunia dan menghentikan olahraga dan transportasi internasional.

IOC telah menyisihkan $ 800 juta untuk membantu penyelenggara dan federasi olahraga memenuhi biaya tambahan dari penundaan Olimpiade.

Menurut anggaran terbaru, Olimpiade itu akan menelan biaya $ 12,6 miliar, dibagi antara panitia penyelenggara, pemerintah Jepang dan kota Tokyo.

Baca juga: IOC dukung Queensland tunda pencalonan Olimpiade 2032 demi COVID-19

Baca juga: Anggota IOC: Olimpiade Tokyo tidak bergantung vaksin COVID-19

 

 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar