Omzet penjualan pusat perbelanjaan di Kudus turun 70 persen

id pusat perbelanjaan,omzet pusat perbelanjaan,kudus

Omzet penjualan pusat perbelanjaan di Kudus turun 70 persen

Suasana pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Omzet penjualan sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diprediksi turun hingga 70-an persen dibandingkan tahun sebelumnya, menyusul dampak wabah penyakit virus corona (COVID-19) yang membuat masyarakat tidak leluasa berbelanja.

"Ramayana Mall Kudus sempat tutup beberapa hari, kemudian saat ini sudah buka namun jam operasionalnya dibatasi hingga pukul 19.00 WIB," kata Store Manager Ramayana Mall Kudus Moh Ali Mas'ad di Kudus, Jumat.

Selain karena faktor pandemi COVID-19, kata dia, pemerintah setempat juga memberlakukan jam malam sehingga praktis aktivitas masyarakat juga terbatas.

Kalaupun sempat terjadi lonjakan kunjungan di Ramayana Mall Kudus, kata dia, pemasukannya tetap tidak bisa memenuhi target yang ditetapkan.

Bahkan, lanjut dia, jika dibandingkan dengan omzet pada momen Lebaran tahun 2019 juga sangat jauh.

"Penurunannya diprediksi bisa mencapai 70-an persen, sedangkan yang bisa kami peroleh hanya 30-an persennya saja," ujarnya.

Jika tahun sebelumnya banyak promo, termasuk promo "midnight sale", maka momen Lebaran tahun ini dipastikan tidak ada karena jam operasionalnya juga dibatasi.

Meskipun Pemkab Kudus mulai memperpanjang kesempatan berjualan para pelaku usaha hingga pukul 21.00 WIB, dibanding sebelumnya hanya sampai pukul 20.00 WIB, pusat perbelanjaan di Kudus lebih memilih tutup lebih awal.

Store Manager ADA Swalayan Kudus Setyowati mengakui hal yang sama bahwa omzet penjualan tahun ini dinilai jelek sekali, dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penurunan omzetnya bisa mencapai 50-an persen, dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Kalaupun mendekati Lebaran terjadi lonjakan pembelian yang signifikan sekalipun, kata dia, tetap tidak bisa mengejar omzet seperti tahun sebelumnya.

Ia memaklumi kondisi di tengah pandemi COVID-19 seperti sekarang, mengingat terjadi hampir di semua sektor usaha. 
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar