Pemkab Kudus bantu sembako senilai Rp600.000 warganya di Jakarta

id Warga Kudus di Jakarta, dapat bantuan, sembako senilai Rp600.000

Pemkab Kudus bantu sembako senilai Rp600.000 warganya di Jakarta

Sekretaris Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Sutrimo menunjukkan paket sembako yang dikirim ke Jakarta, Kamis (21/5/2020) ANTARA/HO-Dinsos P3AP2KB

Kudus (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah mengirimkan paket kebutuhan pokok masyarakat senilai Rp600.000 untuk warga Kudus yang berada di Jakarta karena batal pulang menyusul ketatnya aturan saat pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di daerah setempat.

"Paket bantuan sembako yang berjumlah 33 paket tersebut dikirimkan ke Jakarta Kamis (21/5)," kata Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kudus Sutrimo di Kudus, Jumat.

Ia mengungkapkan paket bantuan sembako senilai Rp600.000 itu tidak semuanya dalam bentuk barang melainkan ada uang saku senilai Rp400.000.

Baca juga: Ganjar kirim 7.000 paket sembako bantu warga Jateng di Jabodetabek
Baca juga: Pemkab Boyolali kirim beras bantu warganya di Jabodetabek


Adapun isi paket sembako yang diberikan kepada 33 warga Kudus yang tidak bisa pulang itu meliputi 10 kilogram beras, dua pak susu dan kopi, satu pak biskuit, satu pak minuman sereal dan 20 bungkus mi instan.

Awalnya, kata dia, Pemkab Kudus sudah mempersiapkan proses pemulangan mereka, namun karena Jakarta mulai menerapkan PSBB, untuk memenuhi persyaratannya cukup rumit.

"Kemudian dicarikan solusi, dengan mengirimkan bantuan sosial yang pendistribusiannya dilakukan Kamis (21/5) siang," ujarnya.

Bantuan sosial senilai Rp600.000 rencananya akan diberikan selama tiga bulan secara berturut-turut, terhitung mulai bulan Mei hingga Juli 2020.

Nilai bantuan bagi warga Kudus di Jakarta disamakan dengan nominal bantuan sosial tunai (BST) dan bantuan sosial dari dana desa sebesar Rp600.000.

Puluhan warga Kudus yang berada di perantauan tersebut tidak lagi bekerja karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

"Mereka kini menggantungkan nasibnya dari bantuan sosial dari pemerintah," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar