Kudus dilanda gempa, tak ada laporan kerusakan

id Kabupaten Kudus, tiga kali diguncang gempa

Kudus dilanda gempa, tak ada laporan kerusakan

Informasi gempa tektonik di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang ditampilkan di website BMKG, Sabtu (2/5/2020). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dilanda gempa tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 3,0 dengan episenter yang berlokasi pada koordinat 6,80 Lintang Selatan (LS) dan 110,74 Bujur Timur (BT) pada Sabtu dini hari.

Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Bergas Catursasi Penanggungan, dengan demikian daerah itu sudah tiga kali dilanda gempa sejak 2019. Tahun 2019 terjadi di Kecamatan Bae dan Mejobo, sedangkan gempa pada 2 Mei pada pukul 02.32 WIB ini dirasakan warga Desa Blimbing Kidul, Kecamatan Kaliwungu, Kudus.

Baca juga: Kudus gempa, BMKG: Itu tunjukkan Sesar Muria masih aktif

"Tidak semua daerah di Kabupaten Kudus merasakannya, seperti di Kecamatan Kota yang berdekatan dengan Kecamatan Kaliwungu juga tidak merasakan," ujarnya.

Informasi sementara, gempa tersebut tidak memberikan dampak karena belum ada laporan terjadi kerusakan.

Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat 11 kilometer Barat Laut Kudus. Sedangkan titik pusat gempa berada di 6,80 Lintang Selatan (LS) dan 110,74 Bujur Timur (BT) dan dirasakan di kota Kudus, Demak, dan Jepara.

Sesuai lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, kata dia, gempa tersebut sesuai keterangan BMKG termasuk gempa kerak dangkal.

"Kabupaten Kudus memang terdapat Sesar Muria (Muria Fault) yang aktif," ujarnya.

Untuk itu, Kudus saat ini dilengkapi dengan alat sensor pendeteksi gempa bumi dari BMKG, menyusul adanya gema bumi yang terjadi di Kota Kudus pada akhir 2019.

Meskipun dua kali diguncang gempa pada tahun 2019, kata dia, dampaknya memang tidak sampai menimbulkan kerusakan.

Alat sensor deteksi gempa bumi dari BMKG tersebut, lanjut dia, terpasang di kantor BPBD Kudus yang dipasang pada akhir tahun 2019.

Dengan begitu, ketika terjadi gempa bisa langsung diketahui melalui layar monitor komputer, baik letak kedalaman ataupun posisi garis gempanya.

Hanya saja, hal itu yang mengetahui hanya BMKG di Semarang karena langsung tersambung dengan BMKG. 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar