Rasio tempat tidur RS di Indonesia 1,2/1.000 penduduk

id Presiden jokowi,rasio tempt tidur, rumah sakit,covid 19,kabar baik,berita baik,sembuh dari covid

Rasio tempat tidur RS di Indonesia 1,2/1.000 penduduk

Presiden RI Joko Widodo. ANTARA/ Biro Pers Sekretariat Presiden.

Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menyebut rasio ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan rumah sakit Indonesia masih kecil hanya 1,2 per 1.000, artinya hanya 1,2 tempat tidur untuk 1.000 jiwa penduduk.

Presiden pada pengarahan Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2020 melalui video conference dari Istana Merdeka di Jakarta, Kamis menyebutkan jika dibandingkan negara lain seperti rasio tempat tidur rs di India 2,7/1000, Tiongkok 4,3/1000, dan tertinggi Jepang  dengan rasio 13/1000 jiwa penduduk penduduk.

Menurut Presiden,  pandemi COVID-19 seperti sekarang ini menjadikan semua hal itu bisa diukur,  misalnya terkait seberapa kuat ketahanan sektor kesehatan Indonesia.

Baca juga: Kapolda Jateng sumbang APD untuk 11 rumah sakit di Solo Raya

“Bagaimana laboratorium, berapa yang kita punya, bagaimana peralatannya, SDM, dan kemampuannya. Semuanya harus kita hitung karena kita melihat pentingnya ‘health security’ di masa mendatang. Kejadian pandemi COVID ini menyadarkan kita betapa pentingnya itu," tegas Presiden Jokowi.

Kepala Negara mengatakan,  saat ini hingga beberapa tahun ke depan ada banyak persoalan yang harus diselesaikan termasuk bidang kesehatan.

“Sebagai contoh apa yang terjadi di sektor kesehatan, industri farmasi bahan baku obat saat ini kita masih impor, 95 persen masih impor,” ucap Presiden.

Presiden menyadarkan semua kalangan untuk kembali melihat kesiapan alat kesehatan, tenaga medis termasuk rasio dokter, rasio dokter spesialis, hingga perawat dalam menghadapi situasi pandemi saat ini.

Baca juga: Wuhan nihil kasus parah COVID-19, Heilongjiang "hotspot" baru

Presiden menambahkan bahwa negara juga juga memiliki berbagai persoalan di sektor kesehatan.

“Kita punya berbagai penyakit berbahaya yang punya penanganan khusus seperti TBC, bagaimana ketersediaan rumah sakit kita, tempat tidurnya cukup atau tidak misalnya TBC, Indonesia adalah negara nomor 3 yang masih memiliki penyakit menular ini. Tiga besar dunia yang masih memiliki TBC adalah India, China, dan Indonesia,” kata Presiden Jokowi.

Presiden berbicara di hadapan peserta Musrenbang yang tahun ini diadakan secara virtual dan diikuti para kepala daerah dari seluruh Indonesia.
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar