Trump sebut China harusnya bisa hentikan penyebaran virus corona

id donald trump,penyebaran virus corona,covid 19

Trump sebut China harusnya bisa hentikan penyebaran virus corona

Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama pengarahan gugus tugas wabah COVID-19 setiap hari di Gedung Putih di Washington, AS 23 April 2020. Hingga 23 April 2020 waktu Amerika, Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak di dunia yang mencapai 886.709 kasus dengan angka kematian tertinggi di dunia yakni 50.243 orang. REUTERS / Jonathan Ernst/aww.

Washington (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa China seharusnya dapat menghentikan virus corona sebelum melanda seluruh negara di dunia.

Ia mengungkapkan bahwa Amerika Serikat sedang melakukan "penyelidikan serius" atas apa yang terjadi.

"Kami melakukan penyelidikan yang sangat serius ... Kami tidak senang dengan China," kata Trump pada konferensi pers Gedung Putih.

Baca juga: Mencuat isu gelombang kedua virus corona yang lebih buruk, Direktur CDC diminta telusuri

"Kami percaya itu bisa dihentikan pada sumbernya. Itu bisa dihentikan dengan cepat dan tidak akan menyebar ke seluruh dunia," kata Trump.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan seluruh bukti yang ada menunjukkan bahwa virus corona baru berasal dari hewan di China akhir tahun lalu, dan tidak dimanipulasi atau diproduksi di laboratorium.

"Semua bukti yang ada menunjukkan bahwa virus tersebut berasal dari hewan dan tidak dimanipulasi atau dibangun di laboratorium atau di tempat lain," kata juru bicara WHO Fadela Chaib.

"Kemungkinan besar, kemungkinan virus itu berasal dari hewan."

Tidak jelas, tambah Chaib, bagaimana virus itu melompati penghalang spesies ke manusia, tetapi "tentu saja" ada inang hewan perantara.

"Kemungkinan besar virus itu memiliki wadah ekologis pada kelelawar, tetapi bagaimana virus beralih dari kelelawar ke manusia masih harus dilihat dan ditemukan."

Dia tidak menanggapi permintaan untuk menjelaskan apakah ada kemungkinan virus tersebut lolos dari laboratorium secara tidak sengaja. Institut Virologi Wuhan telah menepis desas-desus bahwa pihaknya menyintesis virus atau membiarkannya lolos.

Chaib, ditanya tentang dampak keputusan Trump pekan lalu untuk menunda pendanaan ke badan PBB atas penanganan pandemi virus corona, mengatakan bahwa WHO masih menilai situasi.

"Kami masih menilai situasi tentang pengumuman oleh Presiden Trump ... dan kami akan menilai situasinya dan kami akan bekerja dengan mitra kami untuk mengisi celah apa pun."

"Sangat penting untuk melanjutkan apa yang kita lakukan tidak hanya untuk COVID tetapi untuk banyak, banyak, banyak, banyak program kesehatan lainnya," tambahnya, merujuk pada tindakan melawan polio, HIV, dan malaria di antara penyakit lainnya.

Dia mengatakan bahwa WHO memiliki 81 persen pendanaan untuk dua tahun ke depan pada akhir Maret, mengacu pada anggaran dua tahunan senilai 4,8 miliar dolar AS.

AS adalah donor terbesar badan yang bermarkas di Jenewa itu. Kontributor besar lainnya adalah Gates Foundation dan Inggris.

Reuters

Baca juga: Gedung Putih AS: Milenial kunci pengendalian COVID-19
Baca juga: Trump umumkan darurat nasional akibat virus corona
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar