Polres Temanggung siap bantu prosesi pemakaman jenazah korban COVID-19

id polres temanggung,pelatihan pemakaman jenazah, korban covid19

Polres Temanggung siap bantu prosesi pemakaman jenazah korban COVID-19

Personel Polres Temanggung mengikuti pelatihan pemulasaran dan pemakaman jenazah korban COVID-19 (ANTARAHeru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Kepolisian Resor Temanggung, Jawa Tengah, siap membantu pemulasaraan dan pemakaman jenazah korban virus Corona (COVID-19), kata Kapolres Temanggung, AKBP Muhamad Ali.

"Pelatihan ini sebagai kesiapan Polres Temanggung untuk membantu apabila ada hal-hal kontigensi yang mana korban COVID-19 tidak terkendali sehingga tenaga medis yang ada tidak mampu lagi menangani," katanya di Temanggung, Selasa.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam pelatihan pemulasaraan dan pemakaman jenazah korban COVID-19 di Polres Temanggung yang dipandu petugas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung dan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung.

Ali menuturkan mungkin nanti dari TNI dan ormas yang ada di Temanggung ini bisa bahu-membahu membantu sehingga semuanya bisa tertangani dengan baik.

"Kesiapan kita, antisipasi kita melaksanakan latihan ini sehingga memiliki tenaga, baik yang ada di Temanggung kota maupun di tingkat kecamatan kalau perlu sampai tingkat desa. Tetapi minimal kita menyiapkan sampai di tingkat kecamatan," tuturnya.

Baca juga: Polresta Banyumas tetapkan tiga penolak pemakaman jenazah COVID-19

Menurut dia perlu dilakukan pelatihan terhadap personel Polri karena semua tidak tahu apa yang akan terjadi ke depan sehingga harus mempunyai rencana untuk mempersiapkan sesuatu apabila nanti terjadi hal-hal yang di luar perkiraan.

"Pada prinsipnya kita berdoa tidak sampai kita melaksanakan pemakaman tersebut, tetapi artinya penyebaran COVID-19 di Temanggung ini bisa terkendali, itu harapan kita semua tetapi nantinya kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan sehingga lebih baik kita siap meskipun tidak terjadi, dari pada terjadi namun kita tidak siap," ujarnya.

Ia menyampaikan hal itu akan lebih berbahaya, artinya tidak siap, kalau meminjam istilah TNI tidak siap perang, karena untuk memenangkan peperangan tentu harus menyiapkan semuanya dengan perencanaan yang matang.

Baca juga: Tiga pelaku penolak pemakaman jenazah pasien COVID-19 jadi tersangka
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar