PMI Kabupaten Kudus mulai kesulitan mendapatkan donor

id PMI Kabupaten Kudus, mulai kesulitan mendapatkan pendonor,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel

PMI Kabupaten Kudus mulai kesulitan mendapatkan donor

Seorang petugas donor dari Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Kudus menunjukkan darah dari para pendonor. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif

Kudus (ANTARA) - Palang Merah Indonesia Cabang Kudus, Jawa Tengah, mulai kesulitan mendapatkan donor karena aktivitas masyarakat di luar rumah makin dikurangi, sementara permintaan darah dari sejumlah rumah sakit cenderung meningkat.

"Kami memang memiliki jadwal donor di perusahaan rokok terbesar di Kudus dan pabrik kertas pada 23 April 2020, sekaligus jadwal terakhir sebelum memasuki bulan puasa," kata Humas Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Kudus Praptiningsih di Kudus, Minggu.

Setelah itu, lanjut dia, tidak ada lagi jadwal perusahaan karena memasuki bulan puasa memang tidak ada jadwal donor pada siang hari.

Baca juga: Lanud Adi Soemarmo dukung PMI siapkan stok darah

Sementara jemaat gereja, kata dia, sudah tidak lagi menggelar aktivitas ibadah di gereja, sebagai gantinya digelar kegiatan ibadah secara daring.

Upaya PMI Kudus berkoordinasi dengan pihak jemaat gereja, oleh pengurus tidak diperkenankan menggelar aktivitas donor karena aktivitas di gereja saja diganti secara daring.

Selama puasa sering kali mendapatkan donor saat membuka layanan donor di Alun-Alun Kudus. Namun, pada bulan puasa nanti, kata dia, belum bisa memastikan karena sudah ada pemberlakuan pembatasan jam malam.

"Saat itu, kami membuka pelayanan donor mulai pukul 17.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Karena ada pemberlakuan pembatasan jam malam,  kami akan mencoba mengajukan izin mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB," ujarnya.

Jika upaya mendapatkan donor selama puasa minim,  stok darahnya tentu tidak tersedia dalam jumlah aman.

Baca juga: Personel Polres dan Kodim Batang sumbang 71 kantong darah

Saat ini saja, lanjut dia, banyak permintaan darah trombosit, sehingga setiap hari harus membuat darah trombosit dari darah segar, bukan darah simpanan.

Untuk stok darah yang tersedia, totalnya 470 kantong, dengan stok darah jenis A sebanyak 94 kantong, AB  26 kantong, B sebanyak 211 kantong, dan O sebanyak 139 kantong.

Darah sebanyak itu diperkirakan habis dalam jangka waktu tiga hari, mengingat hampir semua rumah sakit di Kabupaten Kudus memiliki bank darah.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar