Pemkab Batang siapkan Rp3 miliar untuk insentif tenaga kesehatan

id Pemkab Batang, dana insentif,penanganan corona,virus corona,corona,covid 19,2019 ncov,novel coronavirus 2019

Pemkab Batang siapkan Rp3 miliar untuk insentif tenaga kesehatan

Bupati Batang Wihaji pada saat telekonferen dengan kepala puskesmas se-Kabupaten Batang. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyiapkan dana insentif tenaga kesehatan yang bertugas selama wabah virus corona baru (COVID-19) sebesar Rp3 miliar yang berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Bupati Batang Wihaji di Batang, Rabu, mengatakan bahwa petugas kesehatan kini menjadi garda terdepan dalam berjuang merawat dan menyelamatkan masyarakat yang terpapar virus corona.

"Oleh karena, dengan mempertimbangkan risiko selama bertugas, kami menyiapkan dana Rp3 miliar bahkan sampai Rp4 miliar sebagai bentuk apresiasi kepada mereka. Dana insentif untuk keperluan selama tiga bulan ke depan," katanya.

Baca juga: Pemkab siapkan Rp10 miliar untuk insentif tim medis di Kudus
Baca juga: Muhammadiyah: Masyarakat harus dukung tenaga medis diproteksi dari COVID-19

Adapun bentuk skema penerimaan dana insentif, kata dia, akan disesuaikan dengan indikator risiko masing-masing petugas kesehatan yang bertugas di Dinas Kesehatan maupun puskesmas.

"Insentif dana yang diterima mereka tentunya berbeda-beda. Contohnya, dana insentif yang diterima dokter yang berisiko tinggi (menangani COVID-19) akan berbeda dengan perawat dan bidan," katanya.

Wihaji menyebutkan jumlah aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas sebagai tenaga kesehatan sebanyak 880 orang, itu belum termasuk non-ASN.

Selain dana insentif, kata dia, pemkab juga menyiapkan anggaran sebesar Rp300 juta untuk keperluan biaya menjaga stamina dan kesehatan para tenaga kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Mukhlasin mengatakan dana insentif tenaga kesehatan akan lebih difokuskan pada petugas yang berada di puskesmas karena mereka yang langsung berhadapan lebih dulu pada penerimaan pasien.

"Dana insentif fokus (diberikan, red.) pada petugas puskesmas karena tenaga kesehatannya yang pertama menerima pasien sehingga risikonya pun lebih tinggi, apalagi bertambah kehadiran pemudik yang sudah datang di daerah ini," katanya.

Baca juga: Pemkab Pati terima bantuan 1.000 APD untuk tim medis
Baca juga: Uskup: Tenaga medis teladan solidaritas di tengah pandemi COVID-19
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar