Pembuatan jembatan darurat jalur Temanggung-Wonosobo sudah 50 persen

id pembangunan jembatan darurat, jalur temanggung wonosobo

Pembuatan jembatan darurat jalur Temanggung-Wonosobo sudah 50 persen

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan jembatan darurat di jalur utama Temanggung-Wonosobo. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Pembuatan jembatan darurat (bailey) di jalur Temanggung-Wonosobo menyusul ambrolnya Jembatan Lodukuh di Desa Kwadungan, Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, mencapai 50 persen, kata Pengawas Lapangan di PPKS 02 Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, Marjan.

"Pembuatan jembatan bailey saat ini segmen keenam dari 10 segmen, nanti masih ada pengerjaan lantai dan geser, sehingga selesai sekitar 50 persen," kata Marjan di Temanggung, Senin.

Menurut Marjan, kendala dalam pengerjaan jembatan darurat ini adalah kondisi cuaca yang sering hujan sehingga dalam bekerja tidak bisa maksimal, karena kalau hujan tidak mungkin bisa kerja.

"Semoga dalam beberapa hari ke depan cuaca mendukung. Kalau cuaca mendukung pengerjaan jembatan darurat ini dalam 3-4 hari selesai, nanti masih pengerjaan lantai dan penyetelan di lokasi," katanya.

Ia menuturkan jembatan darurat yang mulai dikerjakan pada Kamis (2/4) sore ini memiliki panjang 30 meter dan lebar 5,8 meter. Jembatan darurat ini untuk satu lajur sehingga nanti arus lalu lintas dengan sistem buka tutup.

"Nanti diharapkan dibuat dua lajur dan saat ini baru diusahakan untuk dua lajur. Sementara satu bailey sambil menunggu perkembangan karena harus nunggu kiriman dan koordinasi," kata Marjan.

Baca juga: Jembatan ambrol, jalur utama Temanggung-Wonosobo ditutup total

Menurut dia, untuk membuat dua lajur atau dua bailey harus melepas tiang telepon dan penerangan jalan umum serta lebarnya harus menggunakan lahan warga maka butuh proses dan koordinasi, yang penting satu bailey terpasang dulu untuk memulihkan jalur utama Temanggung-Wonosobo ini.

Ia menyampaikan dalam pengerjaan jembatan darurat ini kendaraan roda dua masih bisa melintas, namun dengan hati-hati. Khusus bus jurusan Magelang-Wonosobo harus melakukan estafet, yang dari arah Wonosobo berhenti di sebelah barat jembatan dan yang dari arah Temanggung berhenti di sebelah timur jembatan.

Baca juga: Bayi baru lahir ditemukan tewas di bawah Jembatan Merah Kalikuto Batang
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar