Gaji pemain Atletico dipotong 70 persen akibat pandemi COVID-19

id Atletico Madrid ,Atletico ,virus corona,corona

Gaji pemain Atletico dipotong 70 persen akibat pandemi COVID-19

Pemain Atletico Madrid Marcos Llorente mencetak gol kedua ke gawang Liverpool pada pertandingan babak 16 besar Liga Champions di stadion Anfield, Liverpool, Kamis (12/3/2020) dini hari. Liberpool tersingkir dari Liga Champions setelah kalah dengan skor 2-3. ANTARA FOTO/REUTERS/Phil Noble/pras.

Jakarta (ANTARA) - Atletico Madrid secara temporer memotong gaji pemain dan jajaran pelatih mereka hingga 70 persen agar bayaran para stafnya tetap lancar di tengah dampak ekonomi pandemi virus corona.

Hal itu diumumkan Atletico dalam laman resmi mereka pada Kamis malam WIB, menggunakan regulasi pemotongan bayaran dalam kondisi darurat atau ERTE di Spanyol.

Pengurangan gaji itu berdampak terhadap seluruh skuat dan staf pelatih tim utama, tim putri serta tim cadangan.

Pemerintah Spanyol akan menanggung separuh dari 430 pekerja yang sudah terdampak ERTE, sisanya ditanggung oleh jajaran direksi perusahaan masing-masing.

Baca juga: Atletico Madrid bakal potong gaji pemain dan staf

Baca juga: Lionel Messi dan skuat Barcelona sepakat potong gaji 70 persen

Atletico mengikuti jejak rival mereka, Barcelona, yang sudah lebih dulu melakukan hal serupa selama kompetisi sepak bola masih ditangguhkan, supaya pendapatan para staf tidak berkurang.

Di Jerman, klub-klub Bundesliga seperti Bayer Leverkusen, Borussia Moenchengladbach, Schalke 04 dan TSG Hoffenheim juga melakukan pemotongan gaji pada pemain agar roda klub tetap berjalan di tengah penangguhan kompetisi.

Sementara itu di Italia, juara bertahan Juventus pekan lalu mengumumkan pengurangan gaji untuk sisa musim 2019/20 atau setara empat bulan masa kerja.

Langkah-langkah tersebut berbanding terbalik dari apa yang dilakukan sejumlah klub Liga Premier Inggris seperti Tottenham Hotspur, Norwich City dan Newcastle United yang malah memotong bayaran staf mereka ketimbang para pemainnya yang gajinya berkali-kali lipat dan kini dihujani kritik.

Spanyol merupakan negara kedua di Eropa yang paling parah terdampak pandemi virus corona setelah Italia. Data WHO hingga 1 April menyebut sedikitnya 94.417 warga Spanyol positif tertular COVID-19 dan 8.189 di antaranya meninggal.

Baca juga: Konser La Liga Sergio Ramos cs keduk 1 juta euro untuk corona

Baca juga: La Liga diprediksi mulai lagi Juli tanpa penonton

Baca juga: FIFPro desak musim dirampungkan ketimbang dibatalkan


 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar