Waspadai penyakit lain disebabkan virus

id praktisi kesehatan,penyakit virus,virus corona,putu wasi nugroho

Waspadai penyakit lain disebabkan virus

Praktisi kesehatan Kolonel (CDM) Dr. dr. Putu Wasi Nugroho, Sp.B.(Onk), M.A.R.S. ANTARA/Sumarwoto

Purwokerto (ANTARA) - Praktisi kesehatan Kolonel (CDM) Dr. dr. Putu Wasi Nugroho, Sp.B.(Onk), M.A.R.S. mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai penyakit lain yang disebabkan oleh virus selain COVID-19.

"Corona (COVID-19, red.) sama dengan virus-virus yang lain. Hanya saja, virus-virus yang lain ini bermetamorfosis lebih banyak karena corona itu sebetulnya hanya satu, kalau (virus) flu itu banyak sekali metamorfosisnya, tipe A, tipe B, tipe C, dan sebagainya," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu.

Bahkan, kata dia, COVID-19 bukan satu-satunya penyakit akibat virus yang harus diwaspadai saat sekarang karena banyak penyakit disebabkan virus yang tetap harus diwaspadai karena telah banyak menimbulkan kematian.

Baca juga: Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah, jadi 277

Dalam hal ini, dia mencontohkan demam berdarah dengue yang muncul karena sistem lingkungan rumah yang kurang bersih, misalnya jentik nyamuk Aedes aegypti yang ketika sudah menjadi nyamuk akan menggigit manusia sehingga terjadi penularan dengan mudah.

"Sama seperti virus corona, penularan demam berdarah dengue akan mudah sekali terjadi ketika sistem imun tubuh kita sedang menurun," katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, demam berdarah dengue juga merupakan penyakit disebabkan virus yang perlu diwaspadai masyarakat saat sekarang karena sedang berlangsung musim hujan dan kondisinya sudah mengkhawatirkan.

"Saat ini musim hujan, banyak sekali genangan air yang dijadikan sebagai tempat berkembangbiaknya nyamuk-nyamuk yang menularkan demam berdarah dan ini hampir di setiap rumah ada, terutama peternak ayam maupun peternak burung," katanya.

Menurut dia, tempat berkembangbiaknya nyamuk penyebar virus demam berdarah dengue justru di genangan air yang jernih seperti bak air di kamar mandi yang tidak dibersihkan setiap hari sehingga jentik-jentik nyamuk akan muncul.

"Jadi saat ini yang berbahaya justru DBD, yang perlu diwaspadai, banyak (warga) yang meninggal. Di Nusa Tenggara Timur lebih banyak," katanya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, selama bulan Januari hingga awal Maret 2020 tercatat sebanyak 16.099 kasus demam berdarah dengue di seluruh Indonesia dengan korban meninggal dunia sebanyak 100 orang.

Oleh karena itu, dia mengimbau masyarakat tetap harus mewaspadai penyebaran demam berdarah dengue di samping tetap waspada terhadap COVID-19.

"Semua penyakit yang disebabkan virus, intinya hanya satu, kita harus memperbaiki lingkungan kita, sistem kita, tubuh kita sendiri, cara makan kita, dan sebagainya. Tanpa itu, kita akan gampang sekali terkena infeksi virus apa pun, termasuk virus corona," tegasnya

Baca juga: Anggota DPR sorot jas hujan jadi alat pelindung diri dari ancaman corona
Baca juga: Pengelola angkutan umum wajib seleksi penumpang

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar