Masuk 15 besar, Temanggung maju penilaian penghargaan pembangunan daerah

id kabupaten temanggung , 15 besar PPD,penghargaan pembangunan daerah,Temanggung masuk PPD

Masuk 15 besar, Temanggung maju penilaian penghargaan pembangunan daerah

Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, masuk 15 besar nasional penilaian dokumen tingkat kabupaten Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tahun 2020, kata Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung, Ripto Susilo.

Ripto di Temanggung, Rabu, mengatakan pihaknya telah menerima surat penyampaian hasil penilaian dokumen tingkat kabupaten PPD tahun 2020 dari Bappenas tertanggal 10 Maret 2020.

Berdasarkan surat dari Bappenas tersebut Temanggung masuk 15 besar tingkat nasional, oleh karena itu harus menindaklanjuti dengan paparan dan presentasi serta wawancara di Jakarta yaitu tanggal 16-20 Maret 2020.

Baca juga: Dana desa di Temanggung naik jadi Rp250,7 miliar

Sebanyak 15 kabupaten yang maju penilaian PPD di Jakarta, yakni Kabupaten Samosir, tanah datar, Musi Rawas, Mukomuko, Bangka, Garut, Temanggung, Klungkung, Flores Timur, Kuburaya, Kutai Kartanegara, Malinau, Siau Tagulandang Biaro, Poso, dan Kabupaten Polewali Mandar.

"Kami ucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang sudah terlibat dalam perencanaan mulai dari tingkat bawah musrenbang desa/kelurahan, mesrenbang kecamatan, sampai terwujud di rencana kerja pembangunan daerah (RKPD). Apa pun dokumen ternilai semua dan peran kawan-kawan menjadi sesuatu yang luar biasa. Tanpa kawan-kawan mungkin kita juga tidak bisa dinobatkan jadi peringkat 1 Jawa Tengah," katanya.

Ia mengatakan setelah seleksi nasional dari seluruh kabupaten/kota yang mewakili provinsi masing-masing lolos 15 besar nasional yang diberikan kesempatan untuk paparan dan diskusi.

"Saya mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung agar berhasil dan ini ke depan bisa bermanfaat untuk Kabupaten Temanggung, tidak hanya sekadar penghargaan tetapi memang implementasinya bisa bermanfaat untuk masyarakat Temanggung," katanya.

Ia menyampaikan dalam penilaian PPD ini khusus inovasi memang dinilai sesuatu yang baru, kemudian pengaruhnya pada masyarakat juga signifikan.

"Inovasi yang sekarang kita bawa berjudul 'ikat rajut', yakni inovasi kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan berkelanjutan Temanggung," katanya.

Ripto menjelaskan dalam ikat rajut itu intinya adalah pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh anak-anak muda, kemudian peran lembaga nonpemerintah secara sinergi dengan pemerintah.

"Kemiskinan adalah tanggung jawab bersama bukan tanggung jawab pemerintah saja, kawan-kawan nonpemerintah ini juga punya tanggung jawab untuk memikirkan lingkungan kawan-kawannya di bawah garis kemiskinan," katanya.

Sekretaris Bappeda Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan dari 15 besar kabupaten tersebut, nantinya akan diambil 10 besar dan yang masuk 10 besar akan diverifikasi di lapangan untuk menentukan juara 1, 2, dan 3.

Ia menyampaikan pada kegiatan yang sama tahun 2019, Temanggung meraih juara 1 tingkat Jateng dan juara 2 tingkat nasional.

Baca juga: Mahasiswa dan buruh Temanggung tolak RUU Omnibus Law
 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar