Liga Champions, Laga PSG vs Dortmund digelar tanpa penonton

id psg,Borussia Dortmund,Dortmund,liga champions

Liga Champions, Laga PSG vs Dortmund digelar tanpa penonton

Pemain Borussia Dortmund Dan Axel Zagadou (kiri) berebut bola dengan pemain Paris St Germain Marco Verratti pada laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions di Signal Iduna Park, Dortmund, Jerman, Selasa (18/2/2020). Borussia Dortmund berhasil mengalahkan PSG dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/REUTERS/Wolfgang Rattay/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pertandingan Paris Saint-Germain (PSG) melawan Borussia Dortmund di leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Paris, Prancis, Kamis (12/3) bakal digelar tanpa penonton karena kekhawatiran penyebaran wabah virus corona.

Dilansir BBC, keputusan itu disampaikan oleh Kepolisian Prancis pada Senin usai pemerintah Prancis pada Minggu (8/3) melarang adanya pertemuan dan keramaian yang melibatkan lebih dari 1.000 orang.

PSG pun menyatakan keputusan laga tanpa penonton itu merupakan keputusan terbaik demi menghindari penyebaran wabah virus COVID-19 semakin luas.

Baca juga: Ditekuk Dortmund 2-1, manajer PSG pertahankan strategi bermainnya
Baca juga: Antisipasi wabah corona, lawatan PSG ke Strasbourg ditunda

Pembatalan tersebut merupakan pertandingan kedua Liga Champions yang akan dimainkan tanpa penonton.

Sebelumnya, Valencia juga telah mengumumkan bahwa laga menjamu Atalanta di Spanyol pada Rabu (11/3) dini hari WIB akan dimainkan tanpa penonton.

Tak hanya Liga Champions, virus corona juga sebelumnya telah membuat pertandingan Serie A antara Juventus dan Inter Milan pada Minggu (8/3) malam harus dimainkan secara tertutup.

Baca juga: Hantam Valencia, Atalanta lanjutkan debut cemerlang di Liga Champions
Baca juga: Laga Juventus vs Inter Milan resmi ditunda akibat virus corona

Menteri Kesehatan Prancis Olivier Véran pekan lalu menyatakan bahwa pemerintah melarang pertemuan yang melibatkan lebih dari 5.000 orang dalam satu tempat. Pelarangan itu diperluas ke seluruh bagian Prancis.

Namun peraturan tersebut tidak berlaku untuk perkumpulan di dalam transportasi publik maupun saat ujian di sekolah-sekolah ataupun demonstrasi politik.

"Prioritas kami adalah melakukan apapun untuk meminimalisir penyebaran virus," kata Véran dikutip Reuters.

Prancis menjadi salah satu negara di Eropa yang telah melaporkan kasus positif corona. Kementerian Kesehatan Prancis melaporkan pada Minggu (8/3) petang telah ada 1.126 kasus terkonfirmasi, dengan tiga di antaranya meninggal dunia akibat virus tersebut.

Baca juga: Camus, corona, dan sepak bola kita
Baca juga: Virus corona datang, sepak bola Indonesia (tetap) tenang


 

Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar