Desa-desa rawan longsor di Banjarnegara terus dipantau

id longsor,BPBD Banjarnegara

Desa-desa rawan longsor di Banjarnegara terus dipantau

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Agus Haryono (tengah). ANTARA/HO - BPBD Banjarnegara

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara, Jawa Tengah, terus mengintensifkan pemantauan rutin ke desa-desa rawan longsor sebagai bagian dari upaya mitigasi atau pengurangan risiko bencana.

"Kami terus melakukan monitoring secara rutin ke desa-desa rawan longsor untuk mendukung upaya mitigasi bencana," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Agus Haryono di Banjarnegara, Selasa.

Dia menjelaskan pihaknya baru saja melakukan pemantauan ke Desa Kebutuhjurang dan Desa Majatengah.

Baca juga: Pergerakan tanah di Pekalongan, belasan rumah rusak

"Selain melakukan monitoring kami juga melakukan sosialisasi mengenai kebencanaan kepada masyarakat yang ada di wilayah setempat," katanya.

Menurut dia upaya tersebut sangat diperlukan, terutama pada puncak musim hujan, seperti sekarang ini.

"Terlebih lagi pada saat ini kami sedang kedatangan tim geologi dari Bandung yang tengah mengecek sejumlah titik-titik rawan longsor, tim geologi ini didatangkan oleh BPBD Banjarnegara agar kami mendapatkan rekomendasi mengenai penanganan jangka panjang terbaik yang harus dilakukan di lokasi rawan longsor tersebut," katanya.

Dia menambahkan BPBD Banjarnegara memerlukan rekomendasi untuk jangka panjang terkait penanganan di lokasi rawan longsor.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Arief Rahman mengingatkan warga setempat untuk mewaspadai masih tingginya curah hujan.

Dia juga meminta warga untuk segera melaporkan kepada BPBD apabila menemukan tanda-tanda rekahan tanah di wilayahnya masing-masing.

Da mengatakan BPBD Banjarnegara menyiagakan posko 24 jam guna mengantisipasi kejadian bencana selama puncak musim hujan.

Baca juga: BPBD Banjarnegara tunggu rekomendasi tim geologi terkait longsor
Baca juga: Pemkab Batang pasang alat deteksi dini longsor

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar