Kapolres Batang ajak masyarakat ikut awasi reformasi birokrasi

id Polres Batang, reformasi birokrasi

Kapolres Batang ajak masyarakat ikut awasi reformasi birokrasi

Kepala Polres Batang AKBP Abdul Waras disaksikan Bupati Batang Wihaji bersama Dandim 0736/Batang Letkol Kav Henry Napitupulu melakukan penandatanganan pakta integritas menuju wilayah bebas korupsi (WBK). ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan program reformasi birokrasi khususnya pada bidang pelayanan publik sebagai upaya mewujudkan wilayah bebas dari korupsi.

"Kami minta semua pihak ikut memantau, mengawal, dan mengawasi, serta berperan aktif dalam program reformasi birokrasi, khususnya di bidang pelayanan publik," kata Kepala Polres Batang AKBP Abdul Waras usai acara Deklarasi "Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi" di Batang, Kamis.

Menurut dia, pelaksanaan program wilayah bebas korupsi (WBK) ini perlu adanya dukungan dan kerja sama dari seluruh mitra kerja.

"Oleh karena itu, kami berharap pencanangan zona integritas WBK tidak hanya untuk kegiatan seremonial saja namun perlu komitmen bersama dari seluruh jajaran Polres Batang dalam mewujudkan program itu," katanya.

Baca juga: Ganjar: Kebumen harus melakukan reformasi total birokrasi

Kapolres juga berpesan pada para pengemban fungsi pelayanan di polres agar terus berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga ke depan bisa meraih predikat wilayah bebas dari korupsi.

"Kalau polres di daerah lain bisa mendapatkan predikat WBK maka kita juga harus bisa mendapatkanya," kata dia.

Bupati Batang Wihaji mengatakan pihaknya mengapresiasi terhadap deklarasi pencanangan zona integritas WBK sebagai upaya meningkatkan sekaligus mewujudkan pelayanan prima pada masyarakat.

"Saat ini, Polres Batang melalui Satlantas telah membuka layanan SIM Drive Thru di mal Pelayanan Publik Batang. Lewat layanan ini masyarakat tidak perlu turun dari kendaraannya untuk mengurus perpanjangan SIM C dan A yang hanya membutuhkan waktu 10 menit saja," katanya.

Baca juga: Jateng jadi contoh keberhasilan reformasi birokrasi
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar