BMKG prakirakan Banjarnegara hujan lebat pada Senin

id cuaca,Hujan lebat

BMKG prakirakan Banjarnegara hujan lebat pada Senin

Ilustrasi - Suasana areal persawahan yang terdampak dari kondisi cuaca ekstrem, salah satunya di Kecamatan Kabupaten Maros, Sulsel, Selasa. ANTARA/Suriani Mappong

Banjarnegara (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dan kabupaten lain di sekitarnya kembali berpeluang hujan lebat dengan intensitas menengah hingga tinggi pada Senin (24/2).

"Banjarnegara dan sekitarnya kembali berpeluang hujan lebat sepanjang Senin siang hingga malam hari yang bersifat merata di hampir seluruh kecamatan yang ada di wilayah itu," kata Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara (BMKG Banjarnegara) Setyoajie Prayoedhie di Banjarnegara, Ahad.

Mulai dari Kecamatan Wanayasa, Wanadadi, Susukan, Sigaluh hingga Banjarmangu, Batur, Bawang dan Mandiraja diprakirakan hujan lebat.

Baca juga: BMKG: Curah hujan di Banjarnegara masih tinggi hingga Maret

 Senin (
4/2) pagi kondisi cuaca diprakirakan cerah berawan. Namun, memasuki pukul 13.00 mulai turun hujan.

Ia memprediksi kabupaten lain. seperti Banyumas, Purworejo, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, dan Wonosobo, juga memiliki peluang hujan lebat.

"Polanya sama, yakni hujan mulai turun pada siang hari hingga menjelang malam hari," katanya.

Sebelumnya, dia mengingatkan kembali warga yang ada di wilayah setempat untuk mewaspadai potensi cuaca buruk hingga beberapa hari ke depan.

"Menurut prakiraan cuaca, Banjarnegara masih berpotensi hujan dengan intensitas tinggi hingga beberapa hari ke depan," katanya.

Untuk itu, dia mengajak kembali masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi hingga berakhirnya puncak musim hujan.

"Masyarakat masih perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi," katanya.

Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik. Kendati demikian, perlu tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan dengan durasi yang lama.

"Apabila terjadi hujan lebat dengan durasi cukup lama, yaitu di atas 30 menit, perlu meningkatkan kewaspadaan karena dikhawatirkan dapat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, dan angin kencang," katanya.

Kendati terdapat potensi cuaca ekstrem hingga beberapa hari ke depan, dia mengimbau masyarakat untuk selalu menyaring pemberitaan yang beredar. 

Baca juga: Sejumlah desa di Kudus tergenang banjir

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar