Isu pembatasan impor, harga buah lokal di Solo naikk

id pembatasan impor, buah lokal, solo

Isu pembatasan impor, harga buah lokal di Solo naikk

Ilustrasi-Penjual buah impor di Pasar Gede. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Isu pembatasan komoditas impor dari Tiongkok akibat merebaknya Covid-19 berdampak pada kenaikan harga buah lokal di Kota Solo, Jawa Tengah.

"Banyak yang jual buah lokal jadi harganya naik. Sekarang agak sulit cari buah impor," kata salah satu pedagang, Mini di Pasar Gede Solo, Jumat.

Ia mengatakan kenaikan sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu hampir bersamaan dengan kenaikan harga bawang putih di mana pada saat itu pedagang mulai kehabisan stok buah impor.

"Salah satunya apel malang naik dari Rp35.000/kg menjadi Rp40.000/kg. Untuk satu boks naik dari Rp320.000/boks menjadi Rp400.000/boks," katanya.

Baca juga: Petani Temanggung panen perdana buah alpukat

Buah lain yang juga mengalami kenaikan harga yaitu jeruk medan, jika biasanya Rp150.000/boks naik menjadi Rp200.000/boks.

"Kenaikan harga buah lokal sekarang bersaing dengan buah impor. Jeruk mandarin maupun jeruk lokal jenis brastagi asal Medan ini harganya juga ikut naik, dari harga semula Rp20.000/kg naik jadi Rp25.000/kg," katanya.

Pedagang lain Ari juga mengeluhkan kenaikan harga tersebut karena banyak pembeli yang akhirnya mengurangi jumlah pembelian.

Selain itu, ia mengaku mulai kesulitan mencari buah lokal yang berkualitas sebanding dengan buah impor karena hujan memberikan dampak pada penurunan kualitas buah.

"Bahkan salak harganya juga naik, dari Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg dan duku naik dari Rp25.000/kg menjadi Rp30.000/kg," katanya.

Baca juga: Pakar minta petani cermati gejala busuk buah kakao
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar