Masyarakat sambut baik pembangunan KRL Solo-Jogja

id Kela solo jogja, masyarakat sambut baik kel solo jogja

Masyarakat sambut baik pembangunan KRL Solo-Jogja

Ruang tunggu KA Bandara yang ada di Stasiun Solobalapan. Peningkatan fasilitas terus dilakukan oleh PT KAI (Persero) untuk memberikan kenyamanan kepada para penumpang, termasuk pembangunan KRL dan penambahan KA Bandara. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Sejumlah masyarakat menyambut baik pembangunan Kereta Rel Listrik (KRL) Solo-Jogja seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap rute tersebut.

"Saya menyambut baik, terutama untuk perjalanan wisata," kata salah satu warga Solo Siti Fatimah di Solo, Kamis.

Selain itu, dikatakannya untuk waktu tempuh lebih cepat dan tidak harus antre lama dalam pembelian tiket.

Baca juga: Adi Soemarmo optimistis rebut pasar Bandara Adi Sucipto

"Kalau dulu pengalaman saya saat naik KRL di Jakarta waktu tempuhnya lebih cepat dibandingkan kereta biasa. Pernah juga saya salah arah kemudian diturunkan ke stasiun terdekat. Untuk kembali ke arah semula saya nggak nunggu lama," katanya.

Warga lain, Faya Putri mengatakan setuju dengan pembangunan proyek tersebut.

"Setuju sekali, mungkin juga bisa membagi penumpang di Prameks (Prambanan Ekspres) karena kan biasanya penuh terus. Kalau perbandingannya saya belum tahu, harapannya dari sisi harga tiket juga sama," katanya.

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan pembangunan KRL Solo-Jogja hingga saat ini masih dalam tahap konstruksi.

"Kalau sekarang konstruksi sedang berjalan, ada satu tiang pancang LAA (listrik aliran atas) yang sudah coba kami dirikan di Klaten," kata Kepala PT KAI Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto.

Untuk tahapan pertama pembangunan proyek tersebut dilakukan pada jalur Jogja-Klaten. Menurut dia, pengerjaan proyek ini dilakukan menyusul tingginya animo masyarakat untuk menggunakan transportasi kereta api rute Solo-Jogja.

Berdasarkan pantauan di situs LPSE Kementerian Perhubungan Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah dan Dirjen Perkeretaapian sudah memetakan wilayah yang akan dibangun jaringan LAA.

Rencananya pembangunan LAA tersebut terbagi dalam 13 paket. Untuk paket yang ditawarkan mulai pembangunan LAA dari km 107 hingga km 154 untuk relasi Jogja-Solo. Untuk nilai paket yang ditawarkan bervariasi antara Rp36 miliar-Rp53 miliar.

Sementara itu, terkait pemberitaan sebelumnya tentang KRL, Manager Humas PT KAI Daop 6 Eko Budiyanto tidak pernah memberikan pernyataan tentang elektrifikasi lintas Klaten-Solo mengingat hal tersebut merupakan ranah Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Baca juga: KAI perpanjang rute KA Bandara Adi Soemarmo Solo hingga Klaten
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar