Unggulkan sektor pariwisata, Karanganyar targetkan kunjungan 3,5 juta wisatawan

id Karanganyar targetkan ,kunjungan wisata 3,5 juta wisatawan

Unggulkan sektor pariwisata, Karanganyar targetkan kunjungan 3,5 juta wisatawan

Sejumlah pengunjung saat mengabadikan moment dengan berswafoto di arena taman salju Objek wisata The Lawu Park Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Karanganyar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah,  menargetkan kunjungan 3,5 juta wisatawan pada  2020. 

"Jumlah kunjungan wisatawan di Karanganyar pada 2019 mencapai 3 juta orang, dan tahun ini ditargetkan mencapai 3,5 juta orang," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, Titis Sri Jawato di Karanganyar, Kamis.

Titis Sri Jawato mengatakan Pemerintah Kabupaten Karanganyar tetap menjadikan sektor pariwisata sebagai unggulan pembangunan karena karakteristiknya yang berbeda dengan daerah dan kota lain di kawasan Solo Raya.

Baca juga: Pariwisata Kabupaten Karanganyar tetap jadi unggulan

Karanganyar memiliki daerah pegunungan dengan panorama dan udara sejuk yang indah, sehingga menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Menurut Titis berbagai objek wisata yang ditawarkan di Karanganyar, antara lain Wisata alam dengan air terjun Grojogan Sewu, Sapta Tirta, pendakian puncak Gunung Lawu, Air terjun Jumog, Air terjun Para Ijo, Telaga Mardigda, dan lainnya. Wisata agro seperti Sondokoro, Kebun Teh Kemuning.

Wisata religi di Karanganyar, ziarah Astana Giribangun,, sedangkan wisata edukasi situs Purbakala Menggung (Candi Menggung), Candi Planggatan, Puri Taman Saraswati, Candi Kethek, Candi Ceto, dan Candi Sukuh. Wisata Tawangmangu juga dipenuhi wisata kuliner, wisata belanja.

Oleh karena itu, Pemkab Karanganyar terus menargetkan kunjungan wisata meningkat dari tahun ke tahun. Bahkan, pihaknya berharap kunjungan wisata di Karanganyar tahun ini bisa mendekati 4 juta wisatawan. Apalagi, Karanganyar sekarang membuka destinasi cukup banyak.

Menurut dia, terus meningkat kunjungan wisatawan di Karanganyar salah satunya dampak  jalan tol yang melintas di wilayahnya. Keberadaan Jalan Tol Soker atau Solo Jakarta yang melintas Karanganyar dampaknya sangat besar dengan menaikkan jumlah wisatawan lebih dari 20 persen.

Wisatawan yang datang berkunjung di Karanganyar dari berbagai daerah khususnya kota atau kabupaten yang dilintasi jalan tol seperti Surabaya dan Semarang. Misalnya, wisatawan Surabaya jika menuju Karanganyar hanya menempuh perjalanan sekitar dua hingga tiga jam saja.

"Mereka tidak perlu bermalam dan langsung kembali pulang ke Surabaya perjalanan hanya butuh waktu sekitar tiga jam. Kunjungan wisata wisatawan dari Kota Semarang saja kemungkinan kenaikannya hingga mencapai 100 persen," katanya.

Oleh karena itu, pihaknya terus menggalakkan promosi untuk terus memperkenalkan objek dan destinasi pariwisata yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Wisatawan kebanyakan berkunjung di daerah objek wisata Ngargoyoso, dan Tawangmangu karena objeknya terus bertambah, sehingga jalur ke arah Tawangmangu sering terjadi antrean panjang kendaraan baik roda empat maupun dua.

"Pemkab Karanganyar  terus mengembangkan objek Ngargoyoso, termasuk wisata paralayang di kawasan kebun teh Kemuning. Kami sedang melaksanakan pelatihan pemandu paralayang yang bersertifikat, sehingga wisatawan merasakan kenyamanan dan aman pelayanan," katanya.

Baca juga: 21 objek wisata di Karanganyar dikembangkan Perhutani
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar