Pasokan minim, harga sejumlah kebutuhan pokok di Purwokerto merangkak naik

id Harga kebutuhan masyarakat, harga beras, harga cabai

Pasokan minim, harga sejumlah kebutuhan pokok di Purwokerto merangkak naik

Harga beras di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, beranjak naik seiring dengan berkurangnya pasokan dari petani pada masa paceklik. ANTARA/Sumarwoto.

Purwokerto (ANTARA) - Harga sejumlah kebutuhan masyarakat di Pasar Manis, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, merangkak naik karena minimnya pasokan.

Dari pantauan di Pasar Manis, Kamis, harga beras kualitas bawah eceran yang sebelumnya berkisar Rp9.000-Rp9.500 per kilogram, naik ke kisaran Rp10.000-Rp10.500 per kilogram.

Sementara harga beras kualitas medium eceran yang sebelumnya berkisar Rp9.500-Rp10.000 per kilogram, kini mencapai kisaran Rp11.000-Rp11.500 per kilogram.

Salah seorang pedagang beras, Aisah mengatakan kenaikan harga komoditas bahan pangan itu terjadi karena minimnya pasokan gabah dari petani ke penggilingan.

"Petani belum ada yang panen, karena baru masa tanam, sehingga pasokan gabah ke penggilingan menipis. Akibatnya, produksi beras di penggilingan pun berkurang, sehingga harganya menjadi naik," katanya.

Baca juga: Stabilkan harga komoditas pokok, TPID Surakarta gelar Pasar Mirunggan

Ia mengaku khawatir kenaikan harga beras tersebut berlangsung lama karena masa tanam padi berlangsung mundur. "Biasanya pada bulan Januari sudah selesai tanam, bahkan ada yang hampir panen, namun sekarang baru mulai tanam padi," katanya.

Selain beras, kenaikan harga juga terjadi pada beberapa jenis cabai khususnya cabai rawit merah dan cabai rawit hijau.

"Harga cabai rawit merah eceran sekarang mencapai kisaran Rp90.000 per kilogram, rata-rata mengalami kenaikan sebesar Rp5.000 per hari sejak awal pekan ini. Sedangkan untuk harga cabai rawit hijau mengalami kenaikan dari kisaran Rp40.000 per kilogram menjadi Rp50.000," kata salah seorang pedagang sayuran dan bumbu dapur, Yuni.

Baca juga: Bulog Pekalongan usulkan pembentukan TPID bergerak di kecamatan

Menurut dia, kenaikan harga cabai rawit merah maupun cabai rawit hijau tersebut disebabkan minimnya pasokan dari petani akibat tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Kendati demikian, dia mengakui harga cabai merah besar cenderung fluktuatif pada kisaran Rp65.000-Rp68.000 per kilogram, sedangkan harga cabai merah keriting cenderung turun dan saat ini berada di kisaran Rp50.000 per kilogram setelah sempat mencapai kisaran Rp63.000 per kilogram.

"Demikian pula dengan harga bawang merah dalam beberapa hari terakhir masih berfluktuasi di kisaran Rp37.000-Rp40.000 per kilogram," katanya.

Sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Purwokerto mengingatkan perubahan cuaca yang cukup signifikan berdampak terhadap perubahan pola tanam khususnya tanaman padi di mana biasanya pada bulan Desember sudah selesai tanam, namun sekarang pada bulan Januari baru persiapan tanam.

Kondisi tersebut dapat memicu terjadinya inflasi berupa kenaikan harga beras di pasaran seiring dengan mundurnya musim tanam sehingga masa panen pun akan mundur.

Baca juga: Tekan harga, TPID Surakarta jajaki penggunaan teknologi budidaya cabai
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar