Kerukunan salah satu tolok ukur Kampung Pancasila

id kampung pancasila

Kerukunan salah satu tolok ukur Kampung Pancasila

Ketua RW 04 Hendro Kelono (kanan) ketika foto bersama dengan ibu-ibu PKK dan tokoh masyarakat setempat usai penilaian Kampung Hebat Kota Semarang Tahun 2020 di Kampung Pancasila RW 04, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Semarang, Rabu (22-1-2020). ANTARA/HO-RW04, Kelurahan Mangunharjo

Semarang (ANTARA) - Salah satu tolok ukur suatu wilayah menjuarai Lomba Kampung Pancasila adalah masyarakatnya memiliki sikap toleransi yang tinggi di antara keragaman budaya dan agama yang hidup berdampingan secara damai dan rukun.

Rukun Warga 04 Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu, menyampaikan dokumentasi terkait dengan kerukunan antarumat agama kepada juri Lomba Kampung Pancasila.

Pada kesempatan itu Ketua RW 04 Hendro Kelono lantas mencontohkan penahbisan pendeta di Gereja Kristen Jawa Wisma Kasih. Kegiatan ini melibatkan semua elemen masyarakat, mulai dari perangkat RT, RW, hingga paguyuban-paguyuban kemasyarakatan.
 
Ketua RW 04 Hendro Kelono (dua dari kiri) pada penahbisan pendeta di Gereja Kristen Jawa Wisma Kasih. ANTARA/HO-RW04, Kelurahan Mangunharjo

"Bahkan, para santri Pondok Pesantren Pring Wulung juga terlibat mengatur parkir tamu undangan," kata Hendro Kelono usai penilaian Kampung Hebat Kota Semarang Tahun 2020 di Kampung Pancasila RW 04, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Semarang.

Pada penilaian tersebut, Ketua RW 04 juga didampingi Pendeta GKJ Wisma Kasih Mangunharjo Yohanes Wibowo dana pengasuh Ponpes Pring Wulung Saiful Amar serta ibu-ibu PKK setempat.

Hidup beragama di RW 04, lanjut Hendro, walaupun mayoritas beragama Islam, toleransinya terbilang tinggi. Hal itu ditunjukkan dengan adanya tiga masjid, satu gereja Kristen Jawa, dan satu pondok pesantren.

Setiap perayaan hari besar agama, semua komponen warga saling mengucapkan salam, baik yang Islam kepada yang Kristen. Begitu pula, sebaliknya. Bahkan, ada beberapa event keagamaan yang saling bekerja sama dan saling gotong royong membantu, baik keamanan maupun bersih-bersih setelah perayaan serta berbagai hal lain yang bersifat mendukung toleransi.

"Toleransi di wilayah ini sudah terjaga sejak dahulu," kata pengasuh Ponpes Pring Wulung Saiful Amar ketika menjawab pertanyaan juri.

Pendeta GKJ Wisma Kasih Mangunharjo Yohanes Wibowo menilai toleransi di RW 04 sangat membanggakan, semua saling memahami dan saling peduli.

Hendro di hadapan juri juga menginformasikan bahwa di RW 04 terdapat media Jarwo (Jurnalisme Warga Mangunharjo). Media ini merekam dan mendokumentasikan kegiatan warga RW 04. Hal ini sempat diapresiasi juri pada penilaian siang tadi. Jarwo dimotori oleh Agus Jarwo dan Purwono (Ipung).
Suasana penilaian Kampung Hebat Kota Semarang Tahun 2020 di Kampung Pancasila RW 04, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Semarang, Rabu (22-1-2020). ANTARA/HO-RW04, Kelurahan Mangunharjo

 
Tolok ukur kedua dalam penentuan suatu wilayah layak mendapat predikat Kampung Pancasila adalah memiliki poskamling yang memadai, balai warga yang representatif, dan sistem keamanan yang terintegrasi dengan teknologi informasi.

Menjaga kampung bersama-sama melalui program siskamling dengan manajemen penjagaan dari warga yang terencana dengan baik juga tidak luput dari penilian juri.

Begitu pula, pemanfaatan teknologi informasi untuk menciptakan keamanan dan kerukunan warga. Misalnya, ketersediaan CCTV di wilayah setempat, keberadaan grup medsos, seperti WhatsApp (WA) untuk koordinasi pengamanan.

Baca juga: Telaah - Magelang, kampung besar Pancasila

Memiliki program dialog yang berkesinambungan antara warga dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) serta Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas). "Ini juga masuk dalam penilaian," kata Hendro Kelono.  

Tolok ukur ketiga, memiliki tingkat partisipasi yang tinggi pada setiap proses pemilu. Dalam hal ini, RW o4 juga menyelenggarakan suksesi ketua RT dengan cara yang demokratis.

Pemilihan ketua RT diselenggarakan dengan cara yang gegap gempita dengan partisipasi semua warga yang cukup antusias. Bahkan, menurut dia, penyelenggarannya menyerupai pesta demokrasi negara.

Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraannya mempergunakan sistem pencoblosan langsung dengan melibatkan panitia dari Karang Taruna setempat. Kaum muda diberikan kepercayaan untuk mengemas pemilihan seperti halnya KPU menyelenggarakan pemilu.

"Pada umumnya lengkap dengan kartu suara, kotak suara, dan kampanye," kata Ketua RW 04 Hendro Kelono didampingi tokoh masyarakat setempat Hadiyanto, S.H.
Pewarta :
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar