Temanggung lakukan "Gebraks" upaya entaskan kemiskinan

id temanggung, gebraks, kemiskinan,Temanggung entaskan kemiskinan,kemiskinan temanggung,gerakan bersama menuju keluarga sej

Temanggung lakukan "Gebraks" upaya entaskan kemiskinan

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Prasojo. (Foto: ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan gerakan bersama menuju keluarga sejahtera (Gebraks) sebagai salah satu upaya mengentaskan kemiskinan masyarakat, kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Prasojo.

Prasojo di Temanggung, Rabu, mengatakan pemberian bantuan kepada keluarga miskin melalui program keluarga harapan (PKH), berupa bantuan tunai bersyarat tidak semata menjadikan penerima manfaat sekadar berpangku tangan.

"Namun, di sini ada stimulus di mana mereka kelak harus mandiri secara ekonomi dengan memberdayakan diri mereka," katanya.

Baca juga: Merasa mampu, ratusan ribu warga Jateng mundur sebagai penerima PKH
Baca juga: 40 ribu warga Jateng tidak lagi masuk daftar PKH
Baca juga: Sebanyak 141 penerima manfaat PKH mengundurkan diri


Ia menuturkan melalui Gebraks ini keluarga penerima manfaat PKH didorong untuk bisa mandiri. Agar mereka bisa berdikari, bahkan bisa membantu keluarga-keluarga yang tidak mampu. Arahnya graduasi dari penerima manfaat menjadi keluarga sejahtera.

Menurut dia, kendala selama ini adalah para penerima manfaat kebanyakan sudah merasa aman bahwa mereka sudah mendapat bantuan pemerintah. Oleh karena itu diimbau kepada masyarakat yang sudah mampu untuk jujur dengan kesadaran sendiri keluar dari penerima manfaat.

Prasojo menyampaikan PKH di Kabupaten Temanggung sudah ada sejak 2012 dan sampai saat ini jumlah pesertanya sebanyak 30.964, sedangkan jumlah bantuan adalah Rp109.888.475.

PKH merupakan sebuah kebijakan penanggulangan kemiskinan melalui program perlindungan sosial bagi masyarakat belum sejahtera berupa pemberian bantuan tunai bersyarat dan pendampingan dalam rangka mengubah perilaku peserta PKH.

"Memang tidak mudah mengubah mindset masyarakat ini, tetapi kita akan terus melakukan upaya dengan berbagai inovasi salah satunya dengan gebraks ini. Itu dengan penyadaran dimulai dari saya bisa apa dan ada apa di sekiling saya dan kita gerakan seluruh peserta PKH untuk berdaya melalui gebraks," katanya.

Ia berharap dari tahun ke tahun jumlah peserta PKH bisa turun, di mana keluarga pra sejahtera seiring berjalannya waktu bisa sejahtera secara ekonomi. 

Baca juga: Penerima PKH di Kota Magelang terus berkurang karena mandiri
Baca juga: Sudah tergolong mampu, 532 peserta PKH Temanggung mundur
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar