Jateng bakal tambah 60 ribu titik PJU-TS

id Jateng bakal tambah ,60.000 titik PJU TS

Jateng bakal tambah 60 ribu titik PJU-TS

Komesaris PT Imza Rizky Jaya Moh Gempar Soekarnoputra (tengah) didampingi Dirut PT.Imza Rizky Jaya Rizayati (dua dari kiri), dan Manager Operasi Deny Setiawan saat memberikan keterangan peluncuran PJU Tenaga Surya di Solo, Selasa petang. (Foto:Bambang Dwi Marwoto)

Solo (ANTARA) - Sebanyak 24 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bakal menambah Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) melalui program Indonesia Terang yang dilaksanakan oleh PT Imza Rizky Jaya bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

"Jateng rencana dipasang sebanyak 60.000 titik untuk 24 kabupaten dan kota, hingga lima tahun ke depan atau 2025, tetapi semakin cepat semakin bagus," kata Manager Operasi PT Imza Rizky Jaya Deny Setiawan,disela acara jumpa pers peluncuran Program Indonesia Terang Wilayah Jateng, di Solo, Selasa.

Menurut dia, Program Indonesia Terang yang bekerja sama dengan  pemerintah kabupaten dan kota tidak hanya dilakukan di Jateng, tetapi juga seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai sekitar 70.000 titik. Pemasangan PJU-TS ini, dipasang terutama di daerah pedesaan yang masih kurang penerangannya.

Di Solo Raya, pihaknya sudah bekerja sama dengan Kota Solo, Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Sragen. Sedangkan Wonogiri dan Karanganyar belum melakukan pemasangan PJU-TS.

"Kota Solo akan dipasang PJU-TS sebanyak 2.000 titik, Kabupaten Sragen ada 5.000, Sukoharjo dan Boyolali 2.500 titik, sedangka Klaten 1.000 titik. Program Indonesia Terang anggarannya tidak melalui APBN, tetapi dana dari hibah luar negeri. Program dimulai pada 2020 ini," katanya.

Baca juga: 1.200 titik PJU bakal terpasang di Boyolali

Menyinggung soal keunggulan dari PJU-TS, kata dia, tidak menggunakan beban listrik PLN, karena fokusnya tenaga surya. Namun, kelemahannya tidak bisa optimal dibandingkan pakai kabel listrik, misal kondisi cuaca mendung. Pihaknya tetap berusaha PJU-TS mempunyai kualitas sesuai standar.

"PJU-TS sesuai aturan untuk jalan pedesaan sekitar 4.000 lux pencahayaannya. Dari sisi kelebihan lain, cukup efisien, dan tidak lagi harus menyambungkan kabel listrik PLN atau jaringan listrik saat menyalakan atau mematikan," katanya.

Komisaris PT Imza Rizky Jaya Moh Gempar Soekarnoputra mengatakan Program Indonesia Terang dicanangkan oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Dirjen Energi Terbarukan.  Pihaknya akan mendukung program pemerintah tersebut sesuai dengan kemampuan. 

Baca juga: Rawan pencurian, Kudus ganti PJU tenaga surya dengan listrik
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar