Masih jadi tren, UNS soroti peluang industri kreatif 2020

id UNS, peluang industri kreatif

Masih jadi tren, UNS soroti peluang industri kreatif 2020

Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS Ahmad Adib. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Universitas Sebelas Maret (UNS) menyoroti peluang industri kreatif tahun 2020 seiring dengan misi pemerintah yang masih fokus mengembangkan sektor tersebut.

"Sejumlah subsektor baru dan subsektor yang sudah dikembangkan pada tahun-tahun sebelumnya masih memiliki potensi besar untuk berkembang di tahun ini," kata Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) UNS Ahmad Adib di Solo, Jumat.

Menurut dia, sejak Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masih dijabat oleh Mari Elka Pangestu, ada 16 subsektor industri kreatif yang sudah dipetakan.

Baca juga: Jokowi minta Kota Lama diisi kegiatan industri kreatif

"Pemetaan ini untuk kurun waktu hingga tahun 2025. Awalnya ada 15 subsektor lantas berkembang menjadi 16 subsektor," katanya.

Sebanyak 16 subsektor tersebut di antaranya kriya, fotografi, desain interior, kuliner, musik, seni pertunjukan, serta film, animasi, dan video.

Penasehat Solo Creative City Network (SCCN) ini mengatakan khusus untuk tahun ini subsektor industri kreatif yang masih berpeluang untuk berkembang adalah subsektor yang berkaitan dengan dunia digital.

"Sebenarnya lima tahun yang lalu dan sampai sekarang yang masih akan tren adalah yang berkaitan dengan digital, perusahaan rintisan, dengan media-media yang terkait animasi, pembuatan film, dan musik," katanya.

Oleh karena itu, menurut dia, yang saat ini sedang tren adalah sekolah-sekolah Desain Komunikasi Visual (DKV) yang jumlahnya lebih dari 100 Program Studi (Prodi).

Sedangkan untuk subsektor baru yang memiliki peluang besar di tahun 2020, dikatakannya, yaitu bidang kuliner. Ia mengatakan besarnya potensi kuliner tersebut diprediksi akan menjadi daya tarik bagi banyak pihak, mulai dari pelaku kuliner lama hingga generasi milenial.

Sementara itu, ia meminta kepada generasi milenial khususnya kalangan mahasiswa yang ingin terjun ke dalam dunia industri kreatif dan entrepreneurship agar terus banyak belajar untuk menerapkan kemampuan softskill dan managerial.

"Tujuannya agar saat menghadapi persaingan di dalam dunia industri, generasi muda sudah membekali dirinya dengan kemampuan, strategi, dan mental yang matang," katanya. 

Baca juga: Media dan Pemprov Jateng miliki komitmen sama dorong industri kreatif
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar