Ojek "online" berbasis koperasi BeUjek mulai masuki Soloraya

id Beujek, berbasis koperasi,ojek online

Ojek "online" berbasis koperasi BeUjek mulai masuki Soloraya

Salah satu calon pengemudi (dua dari kanan) sedang mendaftar BeUjek. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Ojek "online" atau daring berbasis koperasi BeUjek mulai memasuki kawasan Soloraya untuk merekrut atau pengemudi yang nantinya bertindak sebagai anggota koperasi.

"Sebagai tahap awal kami melakukan perekrutan awal. Ini koperasi milenial dengan menggunakan sistem IT. Bisa memantau langsung pergerakan 'cashflow'-nya," kata Ketua BeUjek Jawa Tengah dan DIY Yohanes Setiawan di sela kegiatan perekrutan pengemudi di Solo, Senin.

Ia mengatakan mengingat bukan kemitraan yang diusung oleh BeUjek melainkan berbasis koperasi, maka pengemudi yang merupakan anggota koperasi harus memenuhi simpanan wajib dan simpanan pokok.

Baca juga: Dishub Surakarta: Ojek "online" Maxim sudah kantongi izin operasi

"Untuk pengemudi ini simpanan wajibnya Rp250.000, sedangkan simpanan pokok setiap bulannya sebesar Rp30.000. Agar tidak memberatkan pengemudi maka simpanan pokok bisa dicicil di aplikasinya," katanya.

Ia mengatakan nantinya sisa hasil usaha (SHU) akan diberikan setiap akhir tahun. Menurut dia, pada pembagian SHU ini pengemudi akan memperoleh porsi yang besar, yaitu 80 persen untuk pengemudi dari net profit usaha koperasi ini.

"Secara nasional kita total kseluruhan terlebih dahulu, baru kemudian dibagi anggota pengemudi berapa. Ada anggota pengemudi, anggota biasa, dan dewan pengawas," katanya.

Mengenai perekrutan, dikatakannya, pada tahap awal ini akan dibatasi sebanyak 200-300 pengemudi khusus di Soloraya. Meski demikian, ke depan jumlah pengemudi diharapkan bisa mencapai 200 pengemudi di masing-masing kota/kabupaten di Soloraya.

Mengenai tarif, pihaknya memastikan BeUjek akan mengikuti aturan dari Kementerian Perhubungan, yaitu tarif batas bawah dan tarif batas atas.

"Tarif mengikuti standar bawah dan atas dari pemerintah. Kami tidak main di tarif. Ikuti aturan pemerintah, dengan sistem yang menyejahterakan pengemudi melalui koperasi ini," katanya.

Pada kesempatan yang sama, salah satu anggota Dewan Pengawas BeUjek Bandung Joko Suryono mengatakan pembentukan koperasi oleh BeUjek selaras dengan misi pemerintah.

"Oleh pemerintah, koperasi sedang diprioritaskan untuk diberdayakan karena koperasi merupakan soko guru ekonomi. Mengenai upaya pemberdayaan ekonomi, koperasi menjadi salah satu pilihan," katanya.

Ia juga memastikan kehadiran BeUjek yang sudah ada di sebanyak 20 provinsi di Indonesia bukan untuk menjadi pesaing ojek "online" yang lain tetapi untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat.

Baca juga: Pengemudi ojek daring Solo dibina, Polres: Jangan terpengaruh radikalisme
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar