Pemkab Demak harapkan normalisasi Sungai Tuntang secara menyeluruh

id pemkab demak berharap, Sungai Tuntang dinormaliasi, secara menyeluruh

Pemkab Demak harapkan normalisasi Sungai Tuntang secara menyeluruh

Sejumlah warga bersama TNI dan Polri membantu perbaikan tanggul Sungai Tuntang di Kecamatan Gubug, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Jumat (10/1/2020). ANTARA/Aji Setyawan.

Selama ini, Sungai Tuntang memang belum pernah diperbaiki maupun dinormalisasi secara menyeluruh
Demak (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, berharap Sungai Tuntang bisa dinormalisasi secara menyeluruh sehingga daya tampungnya menjadi lebih baik dibandingkan dengan kondisi saat ini yang banyak mengalami sedimentasi.

"Selama ini, Sungai Tuntang memang belum pernah diperbaiki maupun dinormalisasi secara menyeluruh," kata Bupati Demak Mohammad Natsir.
di Demak, Jumat.

Padahal, kata dia, sungai tersebut termasuk kanal dan pembuangan akhir sehingga sangat diharapkan pemerintah pusat bisa melakukan normalisasi.

Untuk sungai lainnya yang melewati Kabupaten Demak, seperti Sungai Sayung maupun Wonokerto sudah dinormalisasi. Hasilnya, lanjut dia, Sayung tidak ada kendala seperti sebelumnya, sedangkan Wonokerto sampai Karangawen juga tidak ada kendala.

Baca juga: Tanggul Sungai Tuntang jebol, ratusan warga mengungsi

Terkait dengan perbaikan tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, katanya, sudah mulai dilakukan perbaikan menyusul sudah adanya alat berat di lokasi tanggul jebol.

Ia memperkirakan perbaikan tanggul yang akan dikerjakan oleh BPWS bisa selesai dalam waktu dua hingga tiga hari mendatang.

Sementara warga yang mengungsi, katanya, sudah dipenuhi kebutuhan makan dan minum serta kebutuhan selimut maupun alas.

Baca juga: Kapal mangkrak tidak hambat normalisasi Sungai Juwana

"Masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah dan belum bersedia mengungsi. Jika mereka berubah pikiran, kami menyediakan mobil evakuasi yang siap sedia dalam waktu 24 jam," ujarnya.

Dalam rangka memberikan hiburan terhadap para pengungsi, katanya, pemkab juga mendatangkan guru seni dan ahli psikologi untuk menghilangkan kejenuhan mereka.

Jumlah warga yang mengungsi di Kantor Kecamatan Guntur hingga pukul 15.19 WIB tercatat sebanyak 198 jiwa, sedangkan ribuan warga lainnya ada yang mengungsi di tanggul sungai, tempat saudara, sekolah, serta sejumlah tempat ibadah.

Baca juga: Dianggar Rp40 miliar, Pemkab Pati siap bantu sosialisasi normalisasi Sungai Juwana
Baca juga: Gubernur kawal pembangunan hunian sementara warga Tambakrejo Semarang
Pewarta :
Editor: Sumarwoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar