Inflasi Solo sepanjang 2019 sesuai target BI

id BPS,Inflasi 2019

Inflasi Solo sepanjang 2019 sesuai target BI

Kepala Kantor Perwakilan BI Surakarta Bambang Pramono. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Realisasi inflasi sepanjang tahun 2019 di Kota Solo sesuai dengan target Bank Indonesia (BI), yaitu 3 +/- 1 persen.

"Sesuai dengan laporan dari Badan Pusat Statistik, laju inflasi tahun kalender JanuariDesember 2019 sebesar 2,94 persen," kata Kepala Kantor Perwakilan BI Surakarta Bambang Pramono di Solo, Kamis.

Meskipun ada momen Natal dan tahun baru, menurut dia, harga-harga pada bulan Desember 2019 relatif masih bisa dikendalikan.

Baca juga: Kendalikan inflasi akhir tahun, BI Surakarta soroti sejumlah komoditas

"Kondisi ini berpengaruh pada capaian inflasi akhir tahun sebesar 0,48 persen. Kelompok bahan makanan memiliki andil paling besar, yaitu 0,32 persen dengan kenaikan harga sebesar 1,65 persen," katanya.

Menurut dia, inflasi bahan makanan memang paling tinggi. Dari data BPS, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, di antaranya bawang merah dan cabai merah.

"Kalau yang dari bahan pangan, memang menjadi perhatian kami karena itu menjadi konsumsi masyarakat sejahtera kita. Kenaikannya cukup besar, perlu diidentifikasi penyebabnya," kata Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Surakarta ini.

Terkait dengan capaian inflasi sebesar 3 +/- 1 persen, menurut dia, merupakan angka ideal untuk kondisi perekonomian di Indonesia. Selain untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, juga mengurangi pengangguran.

Berdasarkan perhitungan, kata Kepala BPS Kota Surakarta Totok Tavirijanto, komoditas yang memberikan sumbangan terhadap inflasi paling tinggi adalah telur ayam ras sebesar 0,10 persen dengan kenaikan harga sebesar 14,71 persen.

Selanjutnya, bawang merah menyumbang 0,08 persen, angkutan udara sebesar 0,08 persen, tomat sayur sebesar 0,04 persen, dan cabai merah sebesar 0,03 persen.

Meski demikian, ada beberapa komoditas yang memberikan sumbangan terhadap deflasi, yaitu sawi hijau, daging ayam ras, jeruk, teh, dan bayam masing-masing sebesar -0,01 persen.

Baca juga: Jateng alamai inflasi 0,45 persen pada Desember 2019
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar