Kurang enak badan, penumpang KAI bisa periksa kesehatan gratis

id KAI, pemeriksaan kesehatan

Kurang enak badan, penumpang KAI bisa periksa kesehatan gratis

Salah satu dokter sedang memeriksa juru parkir Stasiun Solobalapan. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) -
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memberikan fasilitas pemeriksaan secara gratis untuk masyarakat yang menggunakan jasa transportasi tersebut selama libur tahun baru.

"Pemeriksaan ini untuk penumpang kereta api yang merasa kurang enak badan selama perjalanan," kata Dokter dan Manajer Kesehatan PT KAI Daops 6 Yogyakarta Christoffel Marantau di sela pemeriksaan di Stasiun Solobalapan, Selasa.

Ia mengatakan pada kegiatan tersebut PT KAI menerjunkan sebanyak lima tim medis dan dua dokter. Menurut dia, untuk jenis pemeriksaan gratis yang diberikan di antaranya tekanan darah, hati, gula darah, dan asam urat.

Baca juga: Tingkatkan derajat kesehatan, pemda diimbau perkuat posyandu di perdesaan

"Yang banyak kami temukan pada pemeriksaan kali ini kebanyakan penyakit tidak menular, di antaranya asam urat, gula darah, dan hipertensi," katanya.

Ia mengatakan dari hasil pemeriksaan tersebut juga bisa diketahui seberapa parah kondisi penumpang yang memeriksakan kesehatannya.

Menurut dia, untuk penumpang yang terdeteksi memiliki penyakit parah akan dirujuk ke fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.

"Tujuannya agar segera memperoleh perawatan intensif dari dokter. Meski demikian, sejauh ini belum ada satupun penumpang sampai dirujuk ke rumah sakit," katanya.

Sementara itu, dikatakannya, pemeriksaan kesehatan gratis tersebut bersifat "mobile" atau bergerak. Untuk jadwal hari Selasa di Stasiun Solobalapan, sedangkan hari Rabu di Stasiun Lampuyangan, Yogyakarta.

"Meski demikian, kami juga menyediakan klinik 24 jam di setiap stasiun untuk bisa dimanfaatkan penumpang setiap hari," katanya.

Salah satu calon penumpang kereta api Ferdinand mengapresiasi adanya fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis tersebut karena membantu penumpang untuk bisa mengetahui kondisi kesehatannya.

"Apalagi biasanya kalau habis perjalanan jauh kan capek, kondisi badan jadi tidak fit. Kalau ada pemeriksaan seperti ini kan jadi tahu kondisi kesehatannya," katanya.

Berdasarkan pantauan, bukan hanya penumpang yang memanfaatkan fasilitas tersebut tetapi juga pekerja yang ada di lingkungan stasiun, salah satunya juru parkir.

Baca juga: Jokowi: Pemerintah sudah temukan jurus atasi defisit BPJS Kesehatan
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar