Tiga kelompok perempuan rentan diajak mandiri ekonomi

id Perempuan, hari ibu, semarang

Tiga kelompok perempuan rentan diajak mandiri ekonomi

Koordinator PME Kecamatan Tembalang Anisah ditemui di salah satu stan pameran pada puncak peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 di Kawasan Kota Semarang, Minggu. (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (ANTARA) - Tiga kelompok perempuan rentan yakni rentan ekonomi, korban kekerasan dalam rumah tangga, dan single parent diajak untuk mandiri secara ekonomi salah satunya oleh Kelompok Perempuan Mandiri Ekonomi (PME).

"Yang menjadi prioritas binaan dan pendampingan kami adalah tiga kelompok perempuan rentan yakni rentan ekonomi, korban KDRT, dan single parent," kata Koordinator PME Kecamatan Tembalang Anisah ditemui di salah satu stan pameran pada puncak peringatan Hari Ibu (PHI) ke 91 di Kawasan Kota Semarang, Minggu.

Sejumlah upaya menjadikan mereka mandiri, lanjut Anisah, dengan sejumlah pelatihan dan pembinaan menyesuaikan bakat dan minat mereka seperti salon, membuat sabun, membuat kue, belajar merias, menjahit, dan lain sebagainya.

"Jika sesuai dengan bakat dan minat mereka, maka lebIh mudah dan hingga saat ini sudah ada sekitar 500 perempuan yang kami latih dan dampingi," kata warga Sendangguwo ini.

Sebanyak 500 perempuan kelompok rentan tersebut tersebar di 16 kecamatan dan tiap-tiap kecamatan memiliki koordinator yang bertugas menghandle tiap daerahnya.

Ibu satu anak ini menjelaskan mereka para kelompok perempuan rentan tidak hanya mendapatkan pelatihan untuk memiliki ketrampilan, tetapi juga mendapat pendampingan untuk mengurus izin mendapatkan PIRT, mendapatkan pendampingan mengemas produk lebih baik dan lebih bernilai.

Dalam sejumlah kesempatan, tambah Anisah, para kelompok rentan yang menjadi pendampingan juga diajak untuk studi banding ke sejumlah tempat termasuk ke salah satu pabrik make up ternama untuk dapat belajar make up lebih dalam, sehingga mereka paling minim dapat menangani jika ada permintaan paket make up wisuda misalnya.

Sementara untuk di sektor kuliner, lanjut Anisah, para pelaku UMKM juga mendapatkan pendampingan untuk berjualan online serta memiliki akses untuk kemudahan tersebut.

"Dengan mereka berdaya, setidaknya mereka bisa sejahtera untuk dirinya sendiri, kemudian bisa untuk keluarganya. Harapannya mereka dapat mandiri dan tidak lagi menjadi kelompok rentan dari sisi ekonomi setidaknya," tutup Anisah.

PME berharap dapat memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok perempuan rentan dengan sistem bergulir di setiap kelurahan dan kecamatan secara merata.(Kom)
 
Baca juga: Perempuan berdaya jadi titik awal berdayanya masyarakat
Baca juga: Hari Ibu jadi momentum perempuan lebih berdaya

 
Pewarta :
Editor: Heru Suyitno
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar