BTN harap kuota rumah subsidi segera keluar

id BTN, kuota rumah subsidi

BTN harap kuota rumah subsidi segera keluar

Ilustrasi-Pameran rumah subsidi di Solo Grand Mal beberapa waktu lalu. Permintaan rumah subsidi di Soloraya masih cukup tinggi ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - Bank Tabungan Negara (BTN) berharap kuota rumah subsidi untuk tahun 2020 segera keluar karena permintaan masyarakat yang masih sangat tinggi.

"Harapannya pemerintah bisa memberikan kuota di awal tahun karena habisnya kuota di tahun 2019 juga membuat pengembang jadi kelebihan stok," kata Kepala BTN Cabang Surakarta Deddy Armanto di Solo, Jumat.

Baca juga: Pembangunan rumah sederhana terkendala kuota subsidi

Ia mengatakan sebagian masyarakat lebih memilih membeli rumah subsidi karena menyesuaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Soloraya, yaitu di kisaran Rp1,7 juta-Rp1,8 juta/bulan.

"Kalau orang ambil rumah subsidi yang harganya Rp133 juta, angsuran hanya Rp850 ribu/bulan, sedangkan tanpa subsidi angsurannya bisa sampai Rp1,3 juta-1,4 juta/bulan. Buat UMK di Soloraya angsuran tanpa subsidi berat," katanya.

Sementara itu, untuk tahun ini meskipun kuota rumah subsidi program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sempat habis beberapa waktu lalu, untuk bulan Desember ini pemerintah kembali menyalurkan kuota meski jumlahnya terbatas.

"BTN Surakarta untuk bulan Desember ini dapat kuota 129 unit. Jadi kami akan akad lagi dengan metode FLPP, yaitu angsuran Rp850 ribu/bulan sampai lunas," katanya.

Sedangkan untuk program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) tahun 2019 sudah selesai.

"Sudah berakhir tanggal 15 November 2019 lalu. Penyerapannya cukup bagus, seperti di Boyolali dan Karanganyar," katanya.

Sementara itu, meski belum memperoleh kuota rumah subsidi untuk tahun depan, pihaknya optimistis BTN akan tetap menyalurkan pembiayaan untuk rumah subsidi baik program FLPP maupun BP2BT.

"Awal tahun masing-masing program pasti sudah punya anggaran, dalam hal ini masyarakat bisa memilih sesuai dengan kemampuan mereka. Apakah lebih tertarik dengan angsuran tetap melalui FLPP atau subsidi tunai dari pemerintah melalui program BP2BT," katanya.

Baca juga: Mulai Juli, harga rumah subsidi naik jadi Rp140 juta/unit
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar