Dewan Riset Daerah Wonosobo ikut tekan kemiskinan

id Dewan riset daerah, wonosobo, kemiskinan

Dewan Riset Daerah Wonosobo ikut tekan kemiskinan

Bupati Wonosobo Eko Purnomo melantik Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Wonosobo, Kamis (12/12/2019). ANTARA/HO/Kominfo Kabupaten Wonosobo

DRD bisa berperan lebih banyak di kedua sektor tersebut agar nantinya benar-benar dapat berkembang dan menjadi pendorong bagi meningkatnya derajat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat
Wonosoibo (ANTARA) - Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Wonosobo yang baru diilantik oleh Bupati Wonosobo Eko Purnomo, Kamis, diharapkan turut menekan angka kemiskinan di daerah ini.

"DRD yang beranggotakan profesional lintas elemen masyarakat, diharapkan untuk aktif berperan dalam pembangunan daerah, khususnya dalam upaya menekan angka kemiskinan di Kabupaten Wonosobo," katanya dalam sambutan pelantikan itu.

Sebanyak 13 pengurus DRD Kabupaten Wonosobo, katanya, para profesional yang akan mampu berpikir secara komprehensif dalam membantu pemerintah daerah menjalankan roda pembangunan.

"Kami berharap riset-riset yang dilakukan DRD ini akan benar-benar mampu menghadirkan ide segar yang kontributif dalam upaya kita membangun Wonosobo, utamanya untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Wonosobo dengan segala potensi yang dimiliki, katanya, berpeluang keluar dari predikat sebagai kabupaten miskin.

Sebagaimana peran Dewan Riset Nasional yang dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2005, yaitu memberikan arahan tentang prioritas riset tingkat nasional, DRD juga diharapkan bupati untuk dapat mendorong munculnya inovasi di masyarakat untuk mendukung berkembangnya perekonomian daerah.

Dewan Riset Daerah, menurut dia, juga dapat menjalankan fungsi sebagai mediator dalam difusi teknologi dan kerja sama di antara para pihak dalam mengembangkan dunia usaha secara lebih optimal.

Baca juga: Wali Kota Magelang kukuhkan kepengurusan Dewan Riset Daerah

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo One Andang Wardoyo juga menekankan pentingnya DRD menjalankan peran dalam beragam riset teknis demi optimalisasi potensi.

"Wonosobo ini sektor pertanian dan pariwisatanya layak untuk menjadi priotitas riset karena selayaknya mampu dikembangkan secara lebih maksimal," katanya.

DRD yang diisi jajaran pengurus yang berasal dari kalangan profesional dengan beragam keahlian, dinilai Andang, akan mampu menjalankan peran mereka secara maksimal.

Di sektor pertanian, katanya, Kabupaten Wonosobo memiliki wilayah yang variatif dan bisa ditanami hampir semua jenis komoditas pertanian. Demikian pula di sektor pariwisata, saat ini potensi pariwisata bahkan telah disadari oleh sejumlah desa, hanya belum tergali secara optimal.

"DRD bisa berperan lebih banyak di kedua sektor tersebut agar nantinya benar-benar dapat berkembang dan menjadi pendorong bagi meningkatnya derajat perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," katanya

Dewan Riset Daerah Kabupaten Wonosobo dibentuk melalui Keputusan Bupati Wonosobo dengan tugas untuk memberikan masukan kepada pemerintah dalam menyusun arah, prioritas, serta kerangka kebijakan pemkab di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selain itu, tugas DRD mendukung Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan koordinasi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan berbagai pihak dan daerah-daerah lain.

DRD Kabupaten Wonosobo diketuai oleh Farid Gaban yang berprofesi sebagai wartawan Geotimes. Duduk di posisi wakil ketua Heri Hermanto (dosen Unsiq) dan sekretaris Erwin Abdillah (wartawan Wonosobo Ekspres). 

Baca juga: Program Kota Pusaka Bakal Dorong Pariwisata Wonosobo
Baca juga: Tim Klaster Pariwisata Wonosobo Berikan Pelatihan Keterampilan
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar