Ganjar: Kedisabilitasan bukan untuk dikasihani

id ganjar,disabilitas,semarang

Ganjar: Kedisabilitasan bukan untuk dikasihani

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bersama penyandang disabilitas penerima bantuan kursi roda pada peringatan Hari Disabilitas Internasional ke 27 tingkat Provinsi Jateng di Gedung Wanita, Semarang, Rabu. (Foto: Nur Istibsaroh)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan sepakat dengan Ikrar Penyandang Disabilitas poin ketiga yang menyebutkan bahwa penyandang disabilitas bertekad dan berkeyakinan bahwa kedisabilitasan bukan untuk dikasihani, tetapi diberi kesempatan dan peluang yang sama untuk berkarya dan berprestasi.

"Beri mereka kesempatan untuk berkarya dan berprestasi. Jangan sampai paradigma kita semua keliru, karena mereka normal menurut mereka dan tidak perlu dikasihani. Normalnya kita berjalan seperti ini, tetapi normalnya mereka berjalan di atas kursi roda," kata Ganjar pada peringatan Hari Disabilitas Internasional ke 27 tingkat Provinsi Jateng di Gedung Wanita, Semarang, Rabu.

Ganjar meminta seluruh pihak dapat menyamakan paradigma dalam memberikan penilaian terhadap penyandang disabilitas dan diperlukan peran serta seluruh pihak baik itu pemerintah daerah, perbankan, maupun dunia pendidikan untuk bersama-sama memberikan akses kepada mereka.

Akses tersebut bisa berupa fisik seperti jalan raya, akses untuk masuk ke sebuah gedung, hingga akses untuk menjadikan para penyandang disabilitas bisa mandiri dengan pemberian modal dan pedampingan.

Baca juga: Fasilitas publik ramah difabel perlu diperbanyak

"Untuk gedung yang belum memberikan akses untuk penyandang disabilitas, segera dibuat. Saya juga terus mengingatkan pemerintah kabupaten, kota, dan desa agar menjadi daerah inklusi atau ramah terhadap penyandang disabilitas," katanya.

Ganjar dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kepala desa di Kabupaten Wonosobo yang memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas di daerahnya selain berhasil mencatatkan angka kematian ibu dan anak 0 kasus.

Dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional tersebut, Ganjar juga menyerahkan secara simbolis bantuan kursi roda yang berasal dari sejumlah stakeholder terkait dengan cara menjabat tangan dan mengelus kepala anak-anak disabilitas.

"Wah tanganku sekarang bisa bergerak," celetuk Rafa (4), penyandang disabilitas yang sejak kecil kehilangan tangan kirinya dan mendapatkan bantuan tangan palsu mekanik.

Mendengar hal tersebut, Ganjar langsung merespon dengan mengelus kepala Rafa yang menjadi salah satu penerima bantuan tangan palsu dan kaki palsu mekanik.

Ganjar juga mengapresiasi penyandang disabilitas yang lain yang dalam kesempatan tersebut menunjukkan kebolehannya dengan menyanyi, menari, dan memainkan alat musik.(Kom)

Baca juga: Penyandang disabilitas disiapkan hadapi dunia kerja
Baca juga: Peringati HDI, warga disabilitas Solo bagikan ratusan paket makanan
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar