Masa tanggap darurat kekeringan di Temanggung ditutup

id bencana kekeringan,bpbd temanggung,tanggap darurat

Masa tanggap darurat kekeringan di Temanggung ditutup

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi. ANTARA/Heru Suyitno

Temanggung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, telah menutup masa tanggap darurat kekeringan tahun 2019 sehingga tidak lagi mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Gito Walngadi di Temanggung, Selasa, mengatakan selama musim kemarau 2019, BPBD Kabupaten Temanggung telah mendistribusikan air bersih sekitar 7 juta liter ke 30 desa terdampak kekeringan.

Ia mengatakan penutupan masa tanggap darurat kekeringan berlaku sejak 30 November 2019 sehingga di bulan Desember ini BPBD Kabupaten Temanggung tidak lagi mendistribusikan bantuan air bersih.

Baca juga: Curah hujan tinggi, BPBD Banjarnegara imbau warga waspadai angin kencang

Menurut dia, penutupan masa tanggap darurat kekeringan karena saat ini hujan sudah merata dan krisis air bersih di sejumlah desa yang terdampak kekeringan tidak lagi terjadi.

Ia menuturkan secara keseluruhan kekeringan di Kabupaten Temanggung pada tahun ini jauh lebih panjang dari tahun lalu sehingga jumlah droping air bersih juga lebih banyak dari tahun lalu.

"Secara keseluruhan tahun ini BPBD Kabupaten Temanggung menyalurkan air bersih sebanyak 1.400 tangki atau sekitar 7 juta liter air bersih ke 132 dusun," katanya.

Jika dilihat dari penyebaran wilayah kecamatan, katanya, kekeringan tahun ini lebih banyak dibanding tahun lalu. Namun, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih mengalami penurunan, tahun lalu mencapai 40 desa di 12 kecamatan, tahun ini sebanyak 30 desa di 15 kecamatan.

Ia mengatakan untuk mengantisipasi kekeringan tahun depan BPBD Kabupaten Temanggung tetap akan melakukan droping air bersih, selain itu juga melakukan upaya lain seperti pipanisasi dan pembuatan sumur bor. 

Baca juga: Rawan bencana musim hujan, masyarakat Boyolali diimbau waspada
Baca juga: Hujan dan angin kencang landa Purwokerto
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar