Pupuk Indonesia jamin kebutuhan petani

id Pupuk Indonesia, pupuk subsidi

Pupuk Indonesia jamin kebutuhan petani

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Achmad Tossin Sutawikara saat memberikan keterangan kepada wartawan. ANTARA/Aris Wasita

Solo (ANTARA) - PT. Pupuk Indonesia (Persero) mengaku siap mencukupi kebutuhan petani baik itu untuk pupuk subsidi maupun nonsubsidi sehingga petani tak perlu khawatir terjadi kelangkaan komoditas strategis tersebut.

"Kami sudah menyiapkan di gudang-gudang itu stok secara cukup, sekitar 150 persen dari ketentuan," kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Achmad Tossin Sutawikara di Solo, Jawa Tengah, Jumat.

Meski demikian, pihaknya juga melakukan antisipasi dengan menyediakan pupuk nonsubsidi karena untuk pupuk subsidi kemungkinan penyerapannya tidak bisa maksimal. Menurut dia, ada keterbatasan alokasi untuk penyaluran pupuk subsidi ini.

Baca juga: Kemendag pastikan ketersediaan pupuk penuhi kebutuhan petani

"Misalnya kebutuhan 1.000 ton tetapi yang bisa dialokasikan lebih rendah dari itu sehingga kami menutupnya dengan pupuk nonsubsidi. Ini kami siapkan di pengecer, masing-masing 500 kg. Tujuannya untuk mengantisipasi kalau pupuk subsidi sudah tidak ada tetapi kebutuhan masih banyak," katanya.

Sesuai dengan arahan pemerintah, dikatakannya, alokasi pupuk subsidi pada tahun 2020 secara nasional sebesar 7,9 juta ton. Angka ini turun dibandingkan alokasi tahun 2019 sebesar 8,8 juta ton dan di tahun 2018 sebesar 9,5 juta ton.

"Mengenai penurunan alokasi ini kan keputusan pemerintah, di luar kewenangan kami, yang jelas produksi kami cukup, distribusi cukup. Bahkan seandainya pemerintah menambah lagi alokasi, barang itu ada," katanya.

Ia mengatakan total produksi Pupuk Indonesia setiap tahunnya sekitar 13 juta ton. Beberapa jenis yang diproduksi di antaranya Urea, NPK, SP36, ZA, dan Organik.

Sementara itu, terkait dengan penundaan masa tanam di sejumlah daerah akibat kemarau panjang kali ini, dikatakannya, tidak berpengaruh pada volume produksi Pupuk Indonesia.

"Kami tidak mengurangi produksi, cukup disimpan di dalam stok saja. Stok yang banyak ini disebabkan karena penundaan musim tanam dan alokasi yang berkurang tadi," katanya.

Baca juga: Petani didorong manfaatkan kartu tani saat beli beli pupuk
Baca juga: Stok pupuk di Temanggung cukup hingga akhir tahun

Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar