Petani di Kudus yang memulai tanam padi masih minim

id petani,petani kudus,musim tanam 2019

Petani di Kudus yang memulai tanam padi masih minim

Petani di Kabupaten Kudus mulai tanam tanaman padi. (Dokumentasi / Akhmad Nazaruddin Lathif)

Kudus (ANTARA) - Jumlah petani di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang memulai tanam padi pada musim tanam pertama 2019 masih minim karena baru mencapai 305 hektare dari total lahan pertanian di Kudus mencapai 20.653 hektare.

"Dari luas areal tanam musim pertama 2019 sebesar itu, didominasi dari Kecamatan Kaliwungu yang mencapai 280-an hektare, selebihnya dari beberapa kecamatan di Kudus," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Rofiatun di Kudus, Kamis.

Target luas tanam pada November 2019, kata dia, mencapai 1.426 hektare, namun baru terealisasi 305 hektare.

Target bulan berikutnya, kata dia, akan semakin bertambah karena target luas tanam musim tanam saat ini bisa mencapai belasan ribu hektare.

Mayoritas areal tanaman padi yang lebih dahulu tanam, katanya, merupakan areal persawahan yang menggunakan sistem irigasi dari sumur dengan cara disedot menggunakan pompa.

Sementara itu areal irigasi teknis, seperti di Kecamatan Undaan memang sempat mundur dari jadwal tanam awalnya 15 Oktober 2019 air dari Waduk Kedung Ombo digelontorkan namun mundur menjadi 1 November 2019.

"Data sementara memang belum tercatat. Dimungkinkan banyak petani yang masih mengolah lahan atau masih tahap persemaian," ujarnya.

Ia berharap luas areal tanam pada MT I tahun 2019 bisa memenuhi target karena akan sangat berpengaruh terhadap target produksi gabah pada musim tanam 2019/2020.

Dengan curah hujan yang mulai meningkat, maka lahan sawah tadah hujan juga akan dimanfaatkan untuk segera mengolah lahan guna ditanami tanaman padi.

Total luas sawah di Kabupaten Kudus yang tersebar di sembilan kecamatan mencapai 20.653 hektare, sekitar 14.929 hektare di antaranya merupakan sawah irigasi teknis dan sisanya merupakan sawah tadah hujan.

Sementara itu luas lahan sawah yang selama ini menggantungkan air irigasi dari Waduk Kedung Ombo sekitar 7.634 hektare, meliputi areal sawah di Kabupaten Kudus seluas 5.400 hektare dan selebihnya yang tersebar di wilayah Klambu, Kabupaten Grobogan, seluas 2.234 hektare.

Dampak mundurnya MT I, salah satunya ada ancaman genangan banjir di sejumlah areal pertanian di Kabupaten Kudus karena pada Desember dan Januari biasanya intensitas hujannya semakin tinggi.
Pewarta :
Editor: Immanuel Citra Senjaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar