Ganjar sebut masyarakat Merapi sudah terlatih masalah kebencanaan

id masyarakat Merapi sudah terlatih tentang kebencanaan

Ganjar sebut masyarakat Merapi sudah terlatih masalah kebencanaan

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengunjungi Desa Sumber Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, salah satu desa yang terdampak hujan abu Merapi beberapa waktu lalu. (ANTARA/Heru Suyitno)

Magelang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan masyarakat di kawasan lereng Gunung Merapi sudah terlatih menghadapi masalah kebencanaan, jika memang terjadi sesuatu yang membahayakan mereka siap mengungsi.

Ganjar di Magelang, Rabu mengatakan beberapa waktu lalu tepatnya pada 17 November 2019 Gunung Merapi mengalami letusan kecil, tetapi di media ramai sehingga pihaknya mendapat telepon dari mana-mana menanyakan kebenaran hal tersebut.

"Alhamdulillah semua siap, sekarang relatif aman, sudah terjadi penurunan dan masyarakat tetap diminta jangan masuk radius 3 kilometer dari puncak Merapi, kami minta perangkat pemerintah, relawan, semua bareng-bareng mengatur masyarakat," katanya usai menemui warga Desa Sumber, Kecamatan Dukun, yang beberapa waktu lalu terdampak hujan abu Merapi.

Ia menyampaikan terima kasih sejumlah desa di lereng Merapi ini sudah ada desa kembar dengan sejumlah desa sebagai tempat pengungsian, sehingga kalau terjadi sesuatu mereka telah berlatih untuk menuju ke tempat pengungsian tersebut.

Menurut dia jika terjadi letusan yang membahayakan pengumuman bisa menggunakan pengeras suara dari masjid-masjid dan itu cara yang paling efektif untuk membuat desa tangguh bencana.

"Insya Allah semua siap, pemerintah siap mendukung, maka kami hadir ke sini dengan bupati untuk memastikan saja, maka warga yang kami tanya soal letusan pada 17 November 2019 tidak apa-apa, itu hanya letusan kecil," katanya.

Baca juga: Merapi meletus, dua desa di Magelang dilanda hujan abu

Menurut dia kondisi sosiologis tersebut yang membuat tenang, karena ini kecil tetapi mereka tahu kemana mereka harus menyelamatkan diri seandainya terjadi sesuatu yang lebih besar, bagaimana mereka harus melayani di antara mereka, termasuk dapur umum dan sebagainya.

Ia mengingatkan para penambang karena mengeruk pasir pada musim kemarau ini kebanyakan yang ilegal nanti dioperasi, tetapi yang mendapatkan izin tolong pakai perasaan dalam menambang.

"Ini kami ingatkan saja agar tidak terjadi kerusakan yang nanti merugikan masyarakat," katanya.

Baca juga: Hujan abu tipis letusan Gunung Merapi terjadi di Sawangan dan Dukun
Pewarta :
Editor: Wisnu Adhi Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar