Ini tiga wilayah pengembangan pembangunan di Batang

id Pemkab Batang, lahan industri

Ini tiga wilayah pengembangan pembangunan di Batang

Bupati Batang Wihaji saat melakukan panen bawang di Kecamatan Bawang. ANTARA/Kutnadi

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyiapkan tiga wilayah pengembangan pembangunan seiring dengan akan diterbitkannya perubahan peraturan daerah (Perda) ruang tata wilayah di daerah setempat.

Bupati Batang Wihaji di Batang, Rabu, mengatakan bahwa Perda RTRW harus didasarkan pada kepentingan agar lingkungan tetap memiliki daya tampung, daya dukung, dan daya lindung bagi kehidupan masyarakat.

"Oleh karena, pada penyusunan Perda RTRW yang baru maka pemkab menggunakan strategi pengembangan sistem wilayah pembangunan, dengan membagi wilayah Kabupaten Batang menjadi tiga bagian yaitu Batang Utara, Batang Tengah, dan Batang Selatan," katanya.

Baca juga: 59 pengusaha Tiongkok siap investasi di Batang

Wilayah Batang bagian selatan, kata dia, untuk kawasan yang mendukung fungsi konservasi sedang bagian tengah diperuntukan pengembangan pertanian dan agrobisnis, serta Batang bagian utara sebagai kawasan pertumbuhan ekonomi yang mempertimbangkan kemampuan lahan.

"Oleh karena, kami minta masyarakat tidak perlu khawatir terkait penggunaan lahan industri karena pemkab telah melakukan kajian mendalam. Kita sediakan lahan kawasan industri yang sudah sesuai ketentuan di Perda RTRW." katanya.

Menurut dia, aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam penyusunan Raperda RTRW, telah dijadikan sebagai dasar pada penyusunan RTRW Kabupaten Batang mulai dari materi peninjauan kembali, materi teknis hingga penyusunan perda.

Pada peninjauan kembali Perda RTRW, kata dia, pemkab sudah menyertakan penyusunan kajian lingkungan hidup strategis (KLHS) dan desk deliniasi peta pertanian lahan basah sehingga dalam pelaksanaannya jumlah atau luasannya tidak berkurang.

Ia mengatakan lusan kawasan pertanian pangan berkelanjutan (KP2B) pada raperda RTRW yang baru adalah 26.394 hektare terdiri atas lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) seluas 16.675 hektare dan lahan cadangan pertanian pangan berkelanjutan (LCP2B) seluas 9.719 hektare.

"Ini artinya, jumlah luasan tersebut (jika sudah ditetapkan) tidak dapat dialihfungsikan menjadi peruntukan yang lain. Luasan tersebut yang akan kita jaga untuk tidak beralih fungsi menjadi kawasan terbangun maupun kawasan peruntukan budidaya lain," katanya.

Baca juga: Ini lahan 3.310 hektare untuk kawasan industri Batang
Baca juga: Investasikan Rp2 triliun, lima perusahaan di Batang bakal serap 10 ribu pekerja
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar