Sistem parkir nontunai untungkan daerah

id Parkir nontunai, bank Indonesia

Sistem parkir nontunai untungkan daerah

Penandatanganan antara Asosiasi Parkir Surakarta dengan Dinas Perhubungan Kota Surakarta pada Kamis (14/11) (Foto: ANTARA/HO/Humas BI)

Solo (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Perwakilan Surakarta, Jawa Tengah, menyatakan sistem parkir elektronik non tunai (Pak'e Noni) yang akan diterapkan di sejumlah ruas jalan Kota Solo dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

"Dengan penerapan transaksi keuangan secara nontunai tentunya pendapatan menjadi lebih inklusif, transparan, dan akuntabel. Selain itu juga mampu meningkatkan pendapatan daerah dan menciptakan efisiensi perekonomian nasional," kata Kepala BI Kantor Perwakilan Surakarta Bambang Pramono di Solo, Jumat.

Ia mengatakan penerapan sistem pembayaran parkir tersebut juga sesuai dengan program Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

"Program GNNT merupakan salah satu program yang diprakarsai oleh Bank Indonesia untuk mendorong perubahan metode pembayaran transaksi yang semula mayoritas masih tunai menjadi nontunai dengan menggunakan media elektronik," katanya.

Baca juga: Ditarget Rp6,7 miliar, parkir Kudus baru setor Rp2,28 miliar

Ia mengatakan sistem pembayaran ini akan diterapkan di tujuh ruas jalan di Kota Solo, yaitu satu ruas di Jalan Slamet Riyadi, satu ruas di Jalan Sutawidjaya, tiga ruas di Jalan Dr Radjiman, dan dua ruas Jalan Honggowongso.

"Nanti sistem ini menggunakan uang elektronik dalam bentuk aplikasi 'smartphone' atau 'server based' bekerja sama dengan LinkAja," katanya.

Pada tahap berikutnya, dikatakannya, masyarakat dapat membayar parkir elektronik nontunai dengan menggunakan uang elektronik dalam bentuk kartu. Beberapa perbankan yang terlibat di antaranya Bank Jateng, BNI, BTN, BRI, Bank Mandiri, dan BCA.

"Dalam hal ini kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perbankan, kaitannya dalam pelaksanaan edukasi untuk mendorong masyarakat dalam parkir elektronik nontunai serta mendukung terwujudnya 'Solo Smart City'," katanya.

Sebelumnya, terkait dengan sistem parkir elektronik nontunai tersebut, telah ada penandatanganan antara Asosiasi Parkir Surakarta dengan Dinas Perhubungan Kota Surakarta pada Kamis (14/11). Pada kegiatan tersebut sekaligus dilakukan sosialisasi program elektronifikasi bidang perparkiran.

Baca juga: Juru parkir "valet" curi uang di mobil yang dibawa
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar