Biaya PTSL di Batang dipatok Rp150 ribu

id Pemkab Batang PTSL

Biaya PTSL di Batang dipatok Rp150 ribu

Wakil Bupati Batang Suyono saat kegiatan rapat program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) (ANTARA/Kutnadi)

Patok tanah, materai, dan biaya fotokopi saja yang harus dibiayai sendiri oleh pemilik tanah
Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, mematok biaya pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di wilayah itu hanya sebesar Rp150 ribu sehingga panitia dilarang menambah biaya yang telah ditentukan.

Wakil Bupati Batang Suyono di Batang, Rabu, mengatakan bahwa pemkab akan bertindak tegas dengan memberikan sanksi bagi oknum pegawai atau pegawai negeri sipil (PNS) diketahui melakukan penyelewengan.

"Apabila ada oknum yang mematok harga di atas jumlah yang ditentukan, maka masyarakat diminta melapor kepada pihak yang berwenang karena hal itu masuk kategori tindakan pungutan liar," katanya.

Pada tahun anggaran 2020, Kabupaten Batang mendapat kuota penyertifikatan tanah sebanyak 57.000 bidang tanah.

"Oleh karena itu, saya mengingatkan kepada para pamong desa desa ataupun panitia agar jangan sampai ada yang terjerat hukum lantaran kasus pungutan liar. Program PTSL sudah dianggarkan oleh pemerintah melalui APBN," katanya.

Baca juga: Tanah milik Pemkab Kudus bakal diikutkan program PTSL

Kendati demikian, kata dia, apabila patokan biaya PTSL tersebut masih belum bisa menutupi biaya pelaksanaan teknis di lapangan maka hal itu bisa berkoordinasi pada instansi terkait untuk dimusyawarahkan dengan pemilik tanah.

"Tujuannya, hal itu agar tidak ada kesalahpahaman pungutan liar yang mengakibatkan para pejabat desa dan panitia berurusan dengan hukum," katanya.

Kepala Seksi Penanganan Masalah dan Pengendalian Masalah Kantor Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Batang Sugiarto mengatakan sesuai aturan, pembiayaan PTSL adalah gratis.

"Patok tanah, materai, dan biaya fotokopi saja yang harus dibiayai sendiri oleh pemilik tanah," katanya.

Baca juga: BPN Boyolali rampungkan 35.306 sertifikat PTSL
Baca juga: BPN Temanggung targetkan sertifikatkan 60 ribu bidang tanah
Pewarta :
Editor: Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar