Bapenda Jateng himpun pajak kendaraan bermotor Rp3,8 triliun

id pajak kendaraan bermotor

Bapenda Jateng himpun pajak kendaraan bermotor Rp3,8 triliun

Ilustrasi. Pembayaran Pajak Kendaraan Melalui ATM. Warga mencoba pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BRI usai diluncurkan di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. ANTARA/Aditya Pradana Putra

Semarang (ANTARA) - Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Tengah telah merealisasikan pendapatan dari sektor pajak kendaraan bermotor sebesar Rp3,8 triliun hingga Oktober 2019.

"Dengan pendapatan saat ini, maka capaian pendapatan pajak sudah 84,64 persen dari target pendapatan pajak kendaraan bermotor Jawa Tengah pada 2019 yang ditetapkan sebesar Rp4,5 triliun," kata Kepala Bapenda Jateng Tavip Supriyanto di Semarang, Rabu.

Selain itu, Bapenda Jateng juga memperoleh pendapatan dari sektor bea balik nama kendaraan sebesar Rp2,8 triliun, sedangkan targetnya tahun ini sebesar Rp3,4 triliun.

Baca juga: Kudus himpun penerimaan pajak kendaraan bermotor Rp111,695 miliar

Terkait dengan hal tersebut, Tavip optimistis hingga akhir tahun target pendapatan dari sektor pajak dan balik nama itu dapat tercapai.

Apalagi, lanjut dia, Bapenda Jateng telah membuat inovasi bayar pajak berbasis aplikasi bernama "Sakpole" yang memudahkan masyarakat dalam membayar pajak dapat diberikan.

"Sekarang bayar pajak sambil tidur pun bisa, di mana saja bisa bayar pajak, bisa di rumah, di Jakarta dan daerah lain," ujarnya.

Aplikasi Sakpole awalnya hanya bekerja sama dengan Bank Jateng dan Bank BNI, tapi kini semakin diperluas, di mana masyarakat saat ini bisa melakukan pembayaran pajak kendaraan melalui Bank Mandiri, PT Pos, BPR/BKK Purwodadi, Indomart, Alfamart, Tokopedia,  dan lainnya.

"Sampai dengan tahun 2019, kami telah memiliki 212 titik layanan yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Titik layanan itu tersebar di 37 Samsat induk, 10 Samsat pembantu, 60 Samsat keliling, 19 Samsat gerai, 7 Samsat cepat 'drive thru', 21 Samsat paten dan 56 Samsat siaga," katanya.

Tunggakan Rp362 miliar

Kendati demikian, Tavip menyebutkan hingga Oktober 2019 tercatat masih ada data tunggakan pajak sebesar Rp362,28 miliar.

Untuk mengurangi tunggakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak antara lain dengan melaksanakan Gebyar Hadiah Samsat.

Baca juga: Pajak kendaraan bermotor tetap jadi andalan PAD Jateng

Gebyar Hadiah Samsat merupakan kegiatan yang dilakukan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada wajib pajak yang telah menunaikan kewajibannya dengan baik.

Harapannya, dengan Gebyar Hadiah Samsat, maka kesadaran masyarakat untuk tertib membayar pajak akan tumbuh.

"Rencananya, kegiatan itu akan dilaksanakan pada Sabtu-Senin, tanggal 23-25 November 2019. Kegiatan kami bagi di dua tempat, yakni di Kantor Bapenda Jateng dan di Paragon Mall. Dalam kegiatan itu a kan diundi sejumlah hadiah, di antaranya 47 unit sepeda motor, dan grand prize dua unit mobil," ujarnya.

 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar