Penuhi kebutuhan beras ASN, Pemkab Cilacap gandeng tujuh gapoktan

id beras ASN Cilacap

Penuhi kebutuhan beras ASN, Pemkab Cilacap gandeng  tujuh gapoktan

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Cilacap Wasi Ariyadi. ANTARA/Sumarwoto

Cilacap (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menggunakan beras produksi petani setempat untuk memenuhi kebutuhan aparatur sipil negara (ASN), kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Cilacap Wasi Ariyadi.

"Kami memanfaatkan produk dari gapoktan (gabungan kelompok tani). Beras-beras dari gapoktan kita beli untuk dikonsumsi oleh ASN yang diawali di lingkup kabupaten dan sekarang kita tambahkan dengan ASN di kecamatan-kecamatan termasuk BUMD (Badan Usaha Milik Daerah)," katanya di Cilacap, Selasa.

Ia mengatakan, selain untuk memperpendek distribusi beras, juga untuk menekan inflasi dan meningkatkan gairah perekonomian di tingkat petani.

Baca juga: Khawatir tak dapat air mencukupi, petani Temanggung tunda tanam padi

Menurut dia, harga beras yang didistribusikan untuk ASN itu di bawah harga pasar dan ada jaminan dapat ditukar jika kualitasnya tidak sesuai.

"ASN boleh memilih beras sesuai selera, bisa memilih kualitas premium atau medium, dan berasnya masih baru. Ke depan, kami akan menggandeng Perusahaan Daerah Serba Usaha milik Kabupaten Cilacap dalam pendistribusian beras bagi ASN karena bagaimanapun juga gapoktan butuh uang segar," katanya.

Dengan demikian, kata dia, PD Serba Usaha nantinya yang akan menjembatani pembelian beras untuk ASN sehingga terutang ke petani karena langsung dibayar.

Ia mengharapkan dengan adanya pembelian beras tersebut, petani maupun ASN akan tetap diuntungkan karena tanpa melalui pedagang besar.

"Dengan distribusi semacam ini, kita harapkan dapat terus menjaga stabilitas harga beras di Cilacap. Di samping itu, petani maupun ASN tetap untung karena tidak melalui perantara pedagang besar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan Kabupaten Cilacap Susila mengatakan untuk memenuhi kebutuhan beras ASN, pihaknya menggandeng tujuh gapoktan di Kabupaten Cilacap.

Menurut dia, pembelian beras yang telah dilakukan untuk sementara mencapai 5,7 ton per bulan dan akan terus bertambah karena ke depan tidak hanya ASN di tingkat kabupaten dan tiga kecamatan se-eks Kota Administratif Cilacap, juga ASN yang ada di seluruh kecamatan.

"Kami masih merekap kebutuhan beras untuk seluruh ASN karena ke depan tidak hanya ASN yang ada di OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan tiga kecamatan yang ada di kota, juga ASN di seluruh kecamatan se-Kabupaten Cilacap," katanya.

Ia memastikan pasokan beras dari petani untuk memenuhi kebutuhan ASN dapat dipenuhi karena hingga bulan Oktober 2019, surplus beras di Kabupaten Cilacap telah mencapai 305.000 ton. 

Baca juga: Bulog diminta persiapkan beras berkualitas untuk e-warung BPNT

 
Pewarta :
Editor: Mahmudah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar