MU diterpa krisis, Solskjaer bela staf pelatih

id Ole Gunnar Solskjaer,Manchester United

MU diterpa krisis, Solskjaer bela staf pelatih

Pelatih Manchester United Ole Gunnar Solskjaer mengacungkan dua jempol saat mendampingi timnya menghadapi Manchester City dalam laga lanjutan Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Inggris, Rabu (24/4/2019) setempat. (ANTARA/REUTERS/Phil Noble)

Jakarta (ANTARA) - Manchester United menuai krisis setelah memperoleh hasil mengecewakan, ujung-ujungnya kritik menerpa staf pelatih kubu Old Trafford.

Apa reaksi dari manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer? Manajer berpaspor Norwegia itu tidak serta merta menyalahkan staf pelatih, ia justru membela Michael Carrick dan Kieran McKenna.

Sebagai staf pelatih, baik Carrick maupun McKenna sama-sama menerima kritik menyusul hasil mengecewakan yang kini dialami skuad Manchester United.

Solskjaer lantang bicara. Ia menyatakan tim pelatih yang sekarang ini berada di Manchester United dinilainya sudah cukup baik menjalankan tugas.

Kritik yang menghajar kubu Old Trafford salah satunya bersandar kepada penampilan yang memprihatinkan dari sejumlah pemain Manchester United selama melakoni laga musim ini.

Solskjaer lantas menjawab kritik itu dengan menyatakan suasana sesi latihan di Carrington menunjukkan hal-hal yang positif.
Para pemain Manchester United salah satunya perlu menumbuhkembangkan kepercayaan diri utamanya saat melakukan serangan ke kubu lawan.

Manajer asal Norwegia itu menunjuk Mike Phelan sebagai asisten manajer setelah Jose Mourinho diusir dari Old Trafford. Solskjaer juga membawa Mark Dempsey sebagai pelatih utama.

Kieran McKenna dipromosikan dari tim U-18 Manchester United. Ia ditunjuk oleh Jose Morurinho - semasa masih membesut Manchester United - pada musim panas 2018.

Solskjaer lantas membenahi lini pertahanan Manchester United agar tidak terus terperosok dalam kubangan kekalahan demi kekalahan.

"Melatih dan mengajar di sini sungguh luar biasa. Para pelatih memberi perhatian penuh. Ini saya saksikan ketika kali pertama tiba di sini."

"Kami memiliki pelatih-pelatih hebat, sebut saja Steve McClaren, Carlos Queiroz, Brian Kidd, Jimmy Ryan. Kieran dan Michael, Mick dan Mark, mereka ini pelatih-pelatih cemerlang."

"Kami tinggal menunggu hasil dari perpaduan mereka. Anda dapat saksikan bahwa kami terus membenahi lini pertahanan, sedikit demi sedikit menunjukkan hasil."

Solskjaer terus berusaha memperbaiki kelemahan-kelemahan penampilan punggawa Manchester United. Manajer berpaspor Norwegia itu menggantikan Jose Mourinho yang dipecat pada Desember 2018.

Sejumlah pandit sepak bola menyebut bahwa Manchester United kehilangan ketajaman dan kecepatan dalam melakukan serangan balik.

Solskjaer lantas bereaksi dengan mengatakan, "Mungkin hal itu terjadi lantaran para pemain muda ingin bermain aman, tetapi di sinilah resiko saat membesut klub ini. Anda tentu saja belum cukup bermain aman."

"Ini tentu saja tidak lantas berarti anda bermain dengan memarkir bus dan hanya bertahan. Filosofi saya yakni bertahan kemudian melakukan serangan bila memang situasinya memungkinkan," katanya sebagaimana dikutip dari laman manchester evening news.

Baca juga: Delapan alasan Liverpool mampu kalahkan Manchester United
Baca juga: Bangkitkan United, Giggs sarankan Solskjaer rekrut pemain baru
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar