Quartararo menjadi motivasi setiap pebalap Yamaha

id Franco Morbidelli, Fabio Quartarao

Quartararo menjadi motivasi setiap pebalap Yamaha

Franco Morbidelli. (motogp2.com)

Jakarta (ANTARA) - Franco Morbidelli mengatakan jika penampilan impresif rekan satu timnya di Petronas Yamaha SRT, Fabio Quartarao, musim ini telah melecut semangat para pebalap dan tim Yamaha untuk memperbaiki diri.

Morbidelli menyatakan hal itu seusai tampil tercepat kedua di sesi kualifikasi Grand Prix Jepang di Twin Ring Motegi, Sabtu.

Pebalap asal Italia itu menyamai catatan terbaik kualifikasinya di Jerez setelah finis 0,132 detik di belakang polesitter, Marc Marquez, di atas trek Motegi yang separuh kering setelah diguyur hujan pagi harinya, demikian laman resmi MotoGP.

Baca juga: Redam serbuan Yamaha, Marquez raih pole position perdana GP Jepang

"Saya rasa ini perpaduan dari dua hal. Pertama adalah Fabio karena dia datang dan menunjukkan jika dengan motor ini membuat hal-hal luar biasa itu mungkin dan dia bisa sangat cepat," kata Morbidelli usai kualifikasi.

Tiga pebalap Yamaha hari itu tampil tercepat setelah Marquez. Maverick Vinales (Monster Energy Yamaha MotoGP) di peringkat empat setelah duo tim independen, Morbidelli dan Quartararo yang akan start dari baris terdepan.

Quartararo, sebelum GP Jepang, telah sembilan kali start dari baris terdepan, empat di antaranya dari pole position di tahun pertamanya di kelas premier.

Rookie asal Prancis itu juga telah dua kali terlibat duel dengan Marquez hingga lap terakhir seperti di San Marino dan Thailand.

Marquez pun memandang sang pebalap berjuluk El Diablo itu sebagai rival terberat untuk musim depan.

Baca juga: Bukan Rossi atau Dovizioso, tapi Quartararo lah rival terberat Marquez

"Dia memberi motivasi kepada setiap pebalap Yamaha untuk lebih baik dan tentunya Yamaha untuk meningkatkan paket motornya," kata Morbidelli soal rekan satu timnya itu.

Quartararo tahun lalu pernah finis pertama di Motegi ketika turun di kelas Moto2, namun kemenangan itu didiskualifikasi setelah penyelenggara mendapati tekanan ban belakang sang pebalap lebih rendah dari parameter resmi lomba.

Pebalap berusia 20 tahun itu akan mencoba menebus hal itu ketika mengawali lomba Minggu siang dari P3.

"Kami akan mencoba sejumlah setting di sesi pemanasan untuk melihat apakah kami masih bisa meningkatkan motor tapi Saya siap bertarung untuk membuat lap-lap awal yang bagus," kata Quartararo.

Quartararo saat ini menjadi pebalap tim independen terbaik di klasemen, bercokol di peringkat tujuh klasemen umum dengan 143 poin, terpaut dua poin dari pebalap tim pabrikan Yamaha Valentino Rossi.

Baca juga: Suzuki uji purwarupa GSX-RR musim 2020 di Motegi

Baca juga: Johann Zarco soal ekspektasi dan masa depan
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar