Pemkot Pekalongan canangkan Kampung Ceria

id Pemkot Pekalongan, kampung antinarkoba

Pemkot Pekalongan canangkan Kampung Ceria

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz saat memberikan pengarahan pada para relawan antibarkoba pada kegiatan pencanangan kampung cerdas antinarkoba (Ceria) di Kelurahan Sokoduwet. (Foto: Kutnadi)

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, bekerja sama dengan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Rumah Pintar Al Malaa Pekalongan mencanangkan program "Kampung Cerdas Antinarkoba" (Ceria) di Kelurahan Sokoduwet.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz di Pekalongan, Sabtu, mengatakan pada pencanangan ini, pemkot sekaligus melakukan pengukuhan tim "Quick Response Antinapza" yang terdiri atas para relawan setempat.

"Dengan adanya IPWL Rumah Pintar Al Malaa ini sebagai upaya membantu pemkot untuk memberikan pemahaman dan penanganan bahaya narkoba bagi masyarakat. Ketika terdapat korban penyalahgunaan narkoba, mereka dapat membantu rehabilitasi sehingga kasus narkoba di daerah ini dapat ditekan jumlahnya," katanya.

Ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak khususnya IPWL Rumah Pintar Al Malaa yang telah mengagendakan kegiatan roadshow "Jumat Sehat Kampung Ceria Sokoduwet" yang dilaksanakan secara perdana ini.

Pencegahan dan menghentikan peredaran narkoba, kata dia, harus melibatkan semua lapisan masyarakat karena kasus ini akan membawa dampak sangat buruk bagi generasi muda.

"Kami berharap kegiatan roadshow ini bisa berkelanjutan di seluruh kelurahan karena hal ini dipandang sangat penting dalam memberikan pemahaman bahaya narkoba. Tentunya, hal ini akan melibatkan seluruh unsur lapisan masyarakat untuk bersatu sebagai upaya memperkecil ruang gerak peredaran narkoba," katanya.

Manajer Program IPWL Rumah Pintar Al Malaa Djunaidi mengatakan kegiatan tersebut merupakan program unggulan untuk meminimalisasi peredaran narkotika dan obat berbahaya di daerah ini.

Berdasarkan Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan Permendagri Nomor 12 Tahun 2019 tentang Fasilitasi P4GN, kata dia, disebutkan menyatakan bahwa kepala daerah wajib memfasilitasi program P4GN.

"Ini menjadi pilot project. Setelah ini, juga akan dibentuk tim quick response antinapza di seluruh kelurahan. Tim quick response antinapza antara lain terdiri atas para relawan dari berbagai unsur yaitu pelopor antinarkoba dari unsur Babinsa dan blBhabinkamtibmas, laskar antinarkoba dari muslimat NU," katanya.

Baca juga: Kampung antinarkoba gugah warga cegah peredaran narkoba

Baca juga: Pemkot Pekalongan giat antisipasi narkoba di sekolah
Pewarta :
Editor: Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar