Persija ditekuk Semen Padang 1-2, posisinya melorot

id Persija,Semen padang,Persija kalah,Liga 1 Indonesia

Persija ditekuk Semen Padang 1-2, posisinya melorot

Penyerang Persija Jakarta Marko Simic saat melepaskan sepakan penalti untuk membawa mereka unggul 1-0 atas Semen Padang pada babak pertama Liga 1 Indonesia, Rabu (16/10/2019). ANTARA/Asep Firmansyah

Jakarta (ANTARA) - Persija Jakarta menelan kekalahan atas Semen Padang dengan kedudukan 1-2 dalam laga pekan ke-22 Liga 1 Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (16/10) sore.

Gol Persija dicetak Marko Simic di menit ke-16 melalui sepakan penalti. Sementara gol Semen Padang dicatatkan Vendry Mofu pada menit 57 dan Mariando Djonak Uropmabin di menit 90+4.

Kekalahan ini membuat Persija melorot ke posisi 16 dari posisi 14 klasemen sementara dengan 20 poin, sementara Semen Padang merangkak ke posisi 13 dengan 22 poin.

Dalam pertandingan itu, Persija harus mencadangkan Andritany Ardhiyasa, Riko Simanjuntak, Rezaldi Hehanussa karena baru datang usai membela timnas senior. Gelandang Rohit Chand juga absen karena membela timnas Nepal.

Baca juga: Persija taklukkan Barito 1-0

Pada menit awal Persija langsung menginisiasi serangan. Ramdani Lestaluhu menggebrak pertahanan Semen Padang melalui tusukan di sisi kanan, umpan silangnya mampu di blok Flavio Beck Junior.

Penguasaan bola lebih banyak dilakukan tim Macan Kemayoran. Sandi Sute yang mengomandoi lini tengah mengunci pergerakan Yu Hyun Koo yang tak bisa mengatur ritme permainan Semen Padang.

Pergerakan Heri Sutanto juga kerap kali membuat bek Kabau Sirah kerepotan. Tusukan-tusukannya mampu dikonversi jadi peluang. Ia bertugas menjadi pemantul bola bagi Simic.

Baca juga: Ini deretan 11 pelatih Liga 1 yang mundur dan dipecat

Gol yang ditunggu-tunggu Jakmania hadir pada menit ke-16 melalui tendangan penalti Marko Simic. Heri Sutanto berperan dalam terciptanya penalti tersebut. Ia yang lolos dari jebakan offside menerima umpan silang matang dari Sandi Sute, pergerakannya lalu dijegal bek tim tamu.

Marko Simic yang bertindak sebagai eksekutor tidak menyia-nyiakannya. Tuan rumah unggul sementara 1-0 atas Semen Padang.

Semen Padang memiliki peluang menyamakan kedudukan lewat tendangan bebas di luar kotak penalti di menit akhir babak pertama. Sayang, sepakannya masih lemah dan bisa diamankan kiper Shahar Ginanjar.

Jalannya babak kedua, pelatih Semen Padang menarik Irsyad Maulana lebih ke belakang untuk membantu Build Up serangan. Perubahan taktik ini sangat berpengaruh bagi lini tengah mereka untuk bisa mengimbangi Persija.

Kecerdikan Almeida juga terlihat saat memasukan Vendry Mofu menggantikan Kristof Yoku pada menit 52. Lima menit menginjakan kaki di lapangan, Vendry mampu membuat kedudukan kembali imbang 1-1 lewat sepakan keras di dalam kotak penalti.

Gol balasan ini membuat Persija memasukan Rezaldi Hehanusa dan Riko Simanjuntak untuk menambah daya gedor. Persija hampir kembali unggul apabila sepakan Compasol tidak dihalau Dedi Gusmawan.

Di sisa waktu babak kedua Persija terus mengurung pertahanan Semen Padang mengandalkan tusukan-tusukan kedua sayapnya. Rapihnya lini belakang Kabau Sirah membuat bola mudah diblok. Semen Padang juga lebih bermain menunggu untuk kemudian melakukan serangan balik.

Di menit tambahan jelang laga bubaran, Mariando Djonak Uropmabin membawa Semen Padang berbalik unggul 1-2 melalui serangan balik. Gol itu menyudahi pertandingan untuk kemenangan 1-2 Semen Padang.

Susunan pemain:

Persija: Shahar Ginanjar (kiper); Alexandre Luiz Reame Xandao, Dany Saputra (Rezaldi Hehanusa), Fachrudin Wahyudi, Tony Sucipto; Joan Tomas Campasol, Ramdani Lestaluhu (C), Sandi Sute; Heri Susanto (Taufik Hidayat), Marko Simic, Syaffrizal Mursalin Agri (Riko Simanjuntak)
Pelatih: Edson Tavares

Semen Padang: Teja Paku Alam (kiper); Dedy Gusmawan (C), Muhammad Rifqi, Syaeful Anwar; Dedi Hartono (Djonak Uropmabin), Flavio Beck Junior, Fridolin Kristof Yoku (Vendry Mofu 52'), Leo Guntara (Roni Rosadi), Yu Hyun Koo; Irsyad Maulana, Vanderlei Fransisco.
Pelatih: Eduardo Almeida
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar