Bersenjata api saat amankan demo, enam polisi dibebastugaskan

id Harry goldenhart,Unjuk rasa mahasiswa

Bersenjata api saat amankan demo, enam polisi dibebastugaskan

Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Haluoleo Kendari menyalakan lilin di lokasi tertembaknya dua mahasiswa di Jalan Abdul Silondae , Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (10/10/2019). ANTARA FOTO/Jojon

Jakarta (ANTARA) - Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhart mengatakan bahwa enam anggota Polres Kendari dijadwalkan untuk menjalani sidang disiplin di ruang Bid Propam Polda Sultra, pada Kamis (17/10) setelah sebelumnya dibebastugaskan.

"Direncanakan besok (sidang)," kata AKBP Harry saat dihubungi, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Ibunda Akbar Alamsyah histeris usai anaknya dimakamkan

Keenamnya disidang karena diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) dengan membawa senjata api saat mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa Universitas Halu Oleo di depan Kantor DPRD Sultra, pada 26 September 2019.

Saat ini keenam polisi berinisial DK, DM, MI, MA, H, dan E tersebut telah dibebastugaskan.

DK adalah seorang perwira pertama yang menduduki jabatan reserse di Polres Kendari. Sementara lima orang lainnya adalah bintara dari satuan reserse dan intelijen.

Baca juga: Polri disebut tolak saran Ombudsman terkait temuan demo 21-23 Mei
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar