Pemkot Pekalongan ajak warga berantas rokok nircukai

id Pemkot Pekalongan, rokok tanpa cukai

Pemkot Pekalongan ajak warga berantas rokok nircukai

Petugas Satuan Politik Pamong Praja Kota Pekalongan melakukan razia rokok tanpa cukai pada para pedagang. ANTARA/Kutnadi

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengajak masyarakat ikut memberantas peredaran rokok nircukai (tanpa cukai) karena sigaret ilegal itu akan mengurangi penerimaan pendapatan negara dari cukai.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan Sri Budi Santoso di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa pemkot telah menyita sekitar 9 ribu batang rokok tanpa cukai sejak Januari hingga awal Oktober 2019.

"Dari hasil temuan tersebut, pedagang yang terkena razia rokok ilegal mengaku rokok tersebut berasal dari titipan, bukan berasal dari rumah industri rokok ilegal," katanya.

Sri Budi pada kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang cukai, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) mengatakan bahwa pemkot akan terus fokus pada upaya pengumpulan data dan informasi yang berkaitan dengan peredaran rokok tanpa cukai.

Baca juga: Pengemasan rokok ilegal di Kudus sering ditemukan di rumah warga

Kegiatan sosialisasi ini, kata dia, bertujuan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan lebih proaktif dalam upaya menggempur rokok ilegal.

Asisten Pembangunan Kota Pekalongan Erli Nufiati mengatakan upaya yang dilakukan oleh pemkot bukanlah suatu tindakan untuk mematikan industri rokok melainkan untuk menertibkan pelaku usaha rokok dalam menjalankan usahanya sesuai peraturan yang ada.

Terkait total alokasi dana cukai, kata dia, sekitar Rp6 miliar dengan rincian penggunaan dana untuk jaminan kesehatan daerah (jamkesda), pengadaan sarana prasarana balai paru, pengadaan sarana prasarana balai latihan kerja (BLK).

Sementara itu, Kepala KPPBC Cabang Tegal Niko Budhi Darma mengatakan kegiatan sosialisasi ini merupakan tugas dan fungsi bea dan cukai terkait program "Gempur Rokok Ilegal" agar tidak beredar di masyarakat.

"Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini ke depan pelaku usaha rokok dan masyarakat lebih memahami dan menaati ketentuan perundangan yang berlaku sehingga penerimaan negara dari sektor cukai untuk menyokong pembangunan dapat tercapai," katanya.

Baca juga: 2,3 juta rokok ilegal diamankan Bea Cukai Jateng-DIY
 
Pewarta :
Editor: Achmad Zaenal M
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar