BKKBN latih pegawai baru kesiapsiagaan bela negara

id Bkkbn, pns, jurit malam, semarang

BKKBN latih pegawai baru kesiapsiagaan bela negara

Seorang pegawai baru BKKBN memberi hormat kepada Bendera Merah Putih pada latihan dasar dan Jurit Malam, di Halaman Latbang BKKBN Jateng, Semarang, Jumat (11/10). (Foto: Humas BKKBN Jateng)

Semarang (ANTARA) - BKKBN melatih 827 pegawai baru hasil penerimaan 2018 yang dibagi dalam dua gelombang pada September dan Oktober 2019 dengan model baru yakni kelas dan nonkelas mengenai kesiapsiagaan bela negara.

"Gelombang pertama sebanyak 499 PNS sudah dilaksanakan September serentak di 12 titik. Nah malam ini untuk sisanya yang dilaksanakan dan tersebar di 10 titik termasuk di sini," kata Kepala Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKNN Provinsi Jawa Tengah Sarmini, di sela kegiatan latihan dasar di Latihan dan Pengembangan BKKBN Jateng, Semarang, Jumat (11/10) malam.

Sarnini menjelaskan seluruh pegawai baru tersebut berasal dari berbagai daerah se-Indonesia dan pascalatihan dasar, mereka akan kembali ke daerah asal sesuai dengan penempatan.

"Dari total 827 pegawai hasil rekrutnen 2018 tersebut, Jateng menerima 180 orang yang akan ditempatkan di 35 kab/kota. Mayoritas dari mereka akan bertugas sebagai penyuluh keluarga berencana (PKB)," kata Sarmini.

Terkait tempat penyelenggaraaan latihan dasar, pada gelombang dua serentak dilaksanakan di antaranya di kantor Latbang Jateng (Ambarawa, Semarang, dan Banyumas), Jakarta, Bengkulu, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Sarmini menjelaskan untuk pemberian latihan fisik maupun nonfisik, BKKBN menggandeng Pusat Diklat Bela Negara Kementerian Pertahanan, sehingga lebih tepat sasaran dan mengena.

Kolonel Nur Wahyu Widodo menjelaskan sejumlah materi yang diberikan di antaranya terkait dengan nilai dasar bela negara, wawasan kebangsaan, cinta tanah air, dan kewaspadaan dini bela negara.

"Kami juga latih mereka baris berbaris untuk melatih disiplin dan mental mereka untuk bekal mereka dalam melaksanakan tugas. Saat ini kan tinggal menikmati kemerdekaan dan terus kami tumbuhkan cinta tanah air di tengah gencaran budaya asing," katanya.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan Jurit Malam, api semangat bela negara, dan penciuman bendera merah putih yang seluruhnya dilakukan tanpa cahaya listrik.
Pewarta :
Editor: Antarajateng
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar